AS Kerahkan Kapal Perusak untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
Militer Amerika Serikat (AS) tengah berupaya membersihkan ranjau yang diduga tersebar di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Operasi Pembersihan Ranjau Dilaporkan oleh CNN
Melansir dari CNN pada Senin, 13 April 2026, AS dilaporkan mengerahkan kapal perusak dalam operasi ini. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman yang muncul sejak perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang hampir menyebabkan penutupan jalur perairan tersebut oleh Iran.
Armada yang terlibat dalam operasi ini mencakup kapal berpeluru kendali USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy. Kedua kapal perusak tersebut bertugas untuk mendeteksi dan menetralisir ranjau yang mungkin mengancam lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dengan sekitar sepertiga dari minyak mentah global yang melewatinya. Ketegangan di kawasan ini telah meningkat sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pada awal tahun 2026. Iran hampir menutup jalur perairan tersebut sebagai bentuk protes terhadap serangan yang dilancarkan oleh kedua negara tersebut.
Upaya pembersihan ranjau oleh AS ini bertujuan untuk mencegah gangguan lebih lanjut terhadap perdagangan internasional dan menjaga stabilitas keamanan maritim. Operasi ini juga menandakan komitmen AS dalam melindungi kepentingan global di wilayah yang rawan konflik.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan Selat Hormuz dapat kembali aman bagi pelayaran kapal-kapal komersial dan militer dari berbagai negara. Namun, situasi tetap perlu dipantau mengingat dinamika politik yang kompleks di kawasan Timur Tengah.



