Serangan Drone Iran Lukai 15 Tentara AS di Pangkalan Udara Kuwait
Teheran melancarkan serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, sebuah fasilitas militer yang menampung aset Amerika Serikat (AS). Insiden ini dilaporkan menyebabkan setidaknya 15 tentara AS terluka, menurut sumber media AS yang dikutip oleh Press TV pada Selasa, 7 April 2026.
Operasi Pembalasan dan Tuduhan Penutupan Informasi
Serangan ini merupakan bagian dari Operasi Janji Sejati 4, gelombang ke-98 dalam rangkaian pembalasan Iran terhadap serangan skala besar AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRCG) menargetkan pesawat militer di pangkalan udara Kuwait dengan rudal dan drone.
Iran menuduh AS berupaya mengecilkan atau menutup-nutupi jumlah korban jiwa di kalangan militernya. Tuduhan ini didasarkan pada laporan media AS The Intercept, yang menyebutkan bahwa ratusan tentara AS tewas atau terluka akibat serangan Iran di Timur Tengah, dengan Pentagon diduga menyembunyikan data korban.
Respons dan Implikasi di Kawasan
Menurut laporan, Pusat Komando AS (CENTCOM) mengakui sekitar 303 anggota militer AS terluka sejak awal operasi, dengan data resmi menyebutkan sedikitnya 13 tewas di negara-negara Teluk. Seorang pejabat pertahanan anonim menduga CENTCOM terlibat dalam aksi penutupan informasi.
Angkatan Bersenjata Iran bersumpah untuk melanjutkan serangan pembalasan hingga mencapai kekalahan total bagi musuh-musuhnya. Serangan ini diklaim memberikan pukulan berat terhadap kepentingan militer AS dan Israel di Timur Tengah.
Belum ada tanggapan langsung dari Pentagon atas tuduhan Iran tersebut. Insiden ini memperburuk ketegangan di kawasan, dengan Kuwait menjadi lokasi strategis bagi operasi militer AS.



