Jerman Siap Ambil Peran Lebih Besar di NATO, Target Belanja 5%
Jerman Siap Perkuat Peran di NATO

Menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri NATO di kota pelabuhan Helsingborg, Swedia, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan kesiapan Berlin untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar di aliansi militer tersebut. Dalam pernyataannya di Berlin sebelum berangkat ke Swedia, Wadephul menyatakan, "Tujuan kami adalah pembagian peran dan tanggung jawab baru yang mencerminkan potensi ekonomi dan militer Jerman serta Eropa." Ia menambahkan bahwa "Jerman menerima tanggung jawab kepemimpinannya."

NATO yang Lebih Kuat dengan Peran Eropa

Wadephul menekankan keinginan Jerman untuk mewujudkan NATO yang lebih kuat dengan peran yang lebih besar bagi Eropa. "Untuk mencapai hal ini, kami ingin menggabungkan kemampuan industri kami melalui kerja sama pertahanan yang lebih intensif," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Jerman berkomitmen untuk mencapai target belanja 5% NATO dan memperkuat kemampuan pertahanannya secepat mungkin.

Dalam KTT NATO 2025, negara anggota telah sepakat untuk mengalokasikan setidaknya 3,5% dari PDB untuk belanja pertahanan, ditambah 1,5% untuk sektor terkait seperti infrastruktur, sehingga total target mencapai 5% per tahun pada 2035.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan untuk Ukraina

Menlu Jerman Johann Wadephul mengungkapkan akan mengajukan "proposal konkret" tentang bagaimana NATO dapat terus mendukung Ukraina secara kuat dalam mempertahankan kebebasan di Eropa. Ia juga melihat peluang bagi NATO untuk memanfaatkan kemajuan signifikan industri pertahanan Ukraina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menilai banyak negara anggota belum memberikan dukungan finansial yang cukup bagi Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Berbicara di Helsingborg, Swedia, Rutte menambahkan bahwa bantuan untuk Ukraina "tidak terdistribusi secara merata di dalam NATO." Ia menyebut hanya sejumlah negara yang benar-benar berkontribusi jauh di atas kapasitasnya, termasuk Swedia, Kanada, Jerman, Belanda, Denmark, dan Norwegia.

Kritik AS soal Perang Iran

Dalam pertemuan di Helsingborg, para menteri tidak hanya membahas penguatan pertahanan Eropa, tetapi juga perang di Iran serta blokade Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan tiba di Swedia pada Jumat (22/05). Saat menuju KTT, ia kembali mengkritik NATO karena tidak mendukung perang AS melawan Iran.

Presiden Donald Trump "tidak meminta mereka mengirim jet tempur. Tapi mereka menolak melakukan apa pun," kata Rubio kepada wartawan. "Kami sangat kecewa." Menyusul pernyataan kritis dari Kanselir Jerman Friedrich Merz baru-baru ini, Trump mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman. Di sisi lain, muncul ketidakpastian soal rencana penempatan ribuan pasukan ke Polandia, apakah akan tetap berjalan sesuai rencana atau tidak.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris. Diadaptasi oleh Iryanda Mardanuz. Editor: Adelia Dinda Sani.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga