Pembongkar Makam di Sidoarjo Ungkap Wasiat Ayah, Bantah Status Waliyullah
Pembongkar Makam Sidoarjo Bantah Status Wali, Ungkap Wasiat Ayah

Pembongkar Makam di Sidoarjo Ungkap Wasiat Ayah, Bantah Status Waliyullah

Sebuah video yang menunjukkan pembongkaran makam di kawasan Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, telah menjadi viral di berbagai platform media sosial. Video ini memicu keresahan di kalangan warga setempat, karena lokasi tersebut selama ini disebut-sebut sebagai makam seorang waliyullah atau sosok suci dalam kepercayaan tertentu.

Pelaku Ungkap Alasan Berdasarkan Wasiat Keluarga

Pelaku pembongkaran, yang berinisial SA, memberikan penjelasan mengejutkan terkait tindakannya. Ia mengaku bahwa pembongkaran makam tersebut dilakukan berdasarkan wasiat dari almarhum ayahnya sebelum meninggal dunia. "Saya mendapat pesan dari almarhum bapak sebelum meninggal, kalau nanti ini ramai dikunjungi, dibongkar saja. Karena ini bukan makam wali," ungkap SA, seperti dilansir dari sumber terpercaya.

Pernyataan SA ini sekaligus membantah klaim yang beredar di masyarakat bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan seorang wali. Ia menegaskan bahwa lokasi itu tidak memiliki status sakral seperti yang selama ini dipercaya oleh banyak orang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Merespons viralnya kejadian ini, pihak kelurahan setempat telah mengambil langkah cepat dengan berencana mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembangunan kembali makam atau penanganan lainnya.

Hingga saat ini, status makam di Pasar Sepanjang masih dalam tahap penelusuran dan investigasi mendalam. Pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo telah mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

Mediasi Dilakukan untuk Meredam Polemik

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan mediasi. Mediasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku pembongkar, aparat kelurahan, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta tokoh masyarakat dan agama setempat.

"Ya, kita mediasi saja karena ini sudah viral di medsos. Banyak komentar dan tanya ke pemerintah terkait pembongkaran yang disebut sebagai makam wali," ujar Dimas kepada wartawan. Ia menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah meredam polemik di tengah masyarakat, bukan langsung menarik kesimpulan tanpa dasar yang kuat.

Dimas juga menekankan bahwa kepastian status makam masih memerlukan investigasi yang lebih mendalam dan komprehensif. Proses ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga ketertiban sosial di wilayah tersebut.

Dampak Viral dan Imbauan kepada Publik

Viralnya video pembongkaran makam ini telah menimbulkan berbagai reaksi dari netizen, mulai dari kekhawatiran hingga kritik. Pihak berwenang mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum diverifikasi.

Langkah-langkah yang sedang diambil oleh pemerintah dan DPRD Sidoarjo diharapkan dapat memberikan kejelasan dan solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Investigasi lanjutan akan dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga