Kemenbud dan TMII Gelar Penghargaan Pradana Nitya Budaya untuk Revitalisasi Anjungan Daerah
Kemenbud dan TMII Gelar Penghargaan Pradana Nitya Budaya

Kemenbud dan TMII Perkuat Ekosistem Budaya Melalui Penghargaan Pradana Nitya Budaya

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia memperkuat ekosistem kebudayaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melalui kolaborasi strategis dengan pengelola kawasan. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penyelenggaraan penghargaan Pradana Nitya Budaya pada 1 Mei 2026. Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan anjungan daerah sekaligus mempercepat revitalisasi fungsi budaya di TMII.

Diskusi Strategis dan Dampak Positif Penghargaan Sebelumnya

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi strategis antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dan Direksi PT Bhumi Visatanda Indonesia selaku pengelola TMII di kantor Kementerian Kebudayaan. Dalam pertemuan itu, disebutkan bahwa penghargaan yang diberikan pada tahun lalu telah terbukti membawa dampak signifikan pada berbagai aspek. Dampak tersebut meliputi peningkatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, standar pelayanan, program budaya, pengelolaan fisik bangunan, hingga kolaborasi lintas pihak.

Fadli Zon menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat fungsi anjungan sebagai etalase budaya nasional. Menurutnya, Kementerian Kebudayaan mendorong revitalisasi anjungan daerah agar benar-benar menjadi representasi budaya dari setiap provinsi. Ia juga menyoroti perlunya reformulasi kebijakan pembiayaan museum agar lebih berkelanjutan. Saat ini, pemerintah tengah merumuskan kebijakan terkait sistem tiket museum guna menjaga keberlanjutan operasional.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Dana dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

Melalui program dana bantuan 'Indonesia Raya', pemerintah turut memberikan dukungan kepada komunitas budaya dan pengelola anjungan untuk mengembangkan program berbasis ruang publik. Bantuan ini bersifat program dan ditujukan untuk kegiatan berkelanjutan, bukan operasional rutin. Pengajuan proposal diharapkan dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi agar mendorong terciptanya program budaya yang berkesinambungan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari penguatan jangka panjang, Fadli juga menyampaikan rencana pengembangan sumber daya manusia melalui institusi budaya, terutama lewat program pendidikan. Ini termasuk penyusunan kurikulum pascasarjana yang berfokus pada kebudayaan. Rencana pembentukan program seni budaya tingkat Magister atau Pascasarjana di Taman Mini Indonesia Indah akan didiskusikan lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama lembaga seni budaya.

Persiapan dan Aktivasi Budaya di TMII

Di sisi lain, Plt. Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia, Ratri Paramita, mengatakan rangkaian persiapan telah dimulai sejak pertengahan Maret. Persiapan itu meliputi sosialisasi, penyusunan materi, serta proses seleksi dan penilaian yang berjalan sejak tahun sebelumnya. Berbagai program aktivasi budaya terus digencarkan di kawasan Taman Mini melalui inisiatif 'Pertamanan Kaya Budaya' dan peluncuran program Sampurian dari Jawa Barat.

Ratri menambahkan, sepanjang Maret hingga April berbagai kegiatan telah dan akan digelar. Kegiatan tersebut meliputi instalasi seni, pertunjukan tari dari 34 provinsi, program tiket gratis ICP Nusantara, pertunjukan kecak, immersive room bertema Jakarta, pertunjukan musik, video mapping, hingga program tematik Experience Bali in a Day. Menurutnya, kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Sarinah, untuk mendukung promosi UMKM daerah dan penguatan produksi acara.

Harapan dan Tujuan Penghargaan

Penghargaan Pradana Nitya Budaya diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pendorong utama ekosistem budaya di daerah. Kementerian Kebudayaan mendorong setiap anjungan menghadirkan program yang orisinal dan berangkat dari kekuatan budaya masing-masing daerah. Dalam diskusi itu, Fadli didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana. Hadir pula jajaran PT Bhumi Visatanda Indonesia, di antaranya Plt Direktur Operasi Dede Noviardi dan Marketing Communication Group Head Duhita Anggraeni.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga