933 Jemaah Haji Papua Didominasi Keturunan Bugis-Makassar
933 Jemaah Haji Papua, 85% Keturunan Bugis-Makassar

Sebanyak 933 jemaah haji asal Papua yang tergabung di Embarkasi Makassar didominasi oleh warga keturunan Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Data dari Kantor Wilayah Haji dan Umrah Papua menunjukkan bahwa sekitar 80 hingga 85 persen dari total jemaah haji asal Papua tahun ini merupakan keturunan suku di Sulawesi Selatan.

Dominasi Keturunan Bugis-Makassar

Kepala Kanwil Haji dan Umrah Papua, Musa Narwawan, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena banyak warga Bugis dan Makassar yang telah lama bermukim di Papua, terutama di Kota Jayapura dan sekitarnya. "Kalau dilihat sekarang ini sekitar 80 sampai 85 persen," kata Musa di Asrama Haji Sudiang Makassar, Minggu (10/5). Selain itu, terdapat juga jemaah haji Papua yang berasal dari Jawa dan Sulawesi Tenggara.

Penurunan Kuota Haji Papua

Kuota jemaah haji asal Papua terbagi untuk empat provinsi, yaitu Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Tahun ini, jumlah kuota mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.076 jemaah. "Dulu kuota kita 1.076 jemaah, sekarang menjadi 933. Penurunan ini terjadi karena adanya perubahan skema pembagian kuota," jelas Musa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sistem Pembagian Kuota Baru

Musa menjelaskan bahwa sistem pembagian kuota sebelumnya berdasarkan jumlah penduduk muslim di suatu daerah. Namun, dengan aturan baru, pembagian kuota kini menggunakan sistem daftar tunggu. "Dengan rumus baru itu, kuota Papua berkurang sekitar 100 lebih jemaah sehingga tersisa 933 untuk Papua Raya," ungkapnya.

Masa Tunggu Haji di Papua

Masa tunggu haji di Papua rata-rata mencapai 26 tahun dengan jumlah daftar tunggu per 31 Desember sebanyak 26 ribu orang. "Dulu masa tunggunya sekitar 27 sampai 28 tahun, sekarang turun menjadi 26 tahun," kata Musa.

Pemberangkatan melalui Embarkasi Makassar

Jemaah haji asal Papua tahun ini akan diberangkatkan melalui Embarkasi Makassar dengan pembagian dua kloter penuh dan satu kloter gabungan. "Dua kloter penuh berasal dari Papua, sedangkan kloter 31 bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan," ujar Musa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga