Wukuf Haji 2026 Dijadwalkan pada 26 Mei, Simak Panduan Lengkapnya
Jakarta - Wukuf, sebagai puncak ibadah haji, akan dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan 26 Mei 2026 berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1447 H/2026 M dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia. Ibadah ini merupakan momen krusial di mana jemaah haji berdiam diri di Padang Arafah, mengenakan pakaian ihram berwarna putih sebagai simbol persamaan di hadapan Allah.
Inti Ibadah Haji dan Anjuran bagi Jemaah
Wukuf di Arafah dianggap sebagai inti dari pelaksanaan haji, di mana seluruh jemaah berkumpul dalam keadaan ihram. Mengutip Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M resmi Kemenhaj, terdapat sejumlah anjuran penting bagi jemaah selama berada di Arafah untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan ibadah.
Jemaah dianjurkan untuk:
- Menjaga ketertiban saat turun dari bus dan memasuki kemah yang telah dilengkapi AC oleh maktab.
- Meletakkan barang bawaan dengan rapi tanpa berebut tempat di dalam kemah.
- Mempertahankan ketenangan beribadah, mengingat semua fasilitas seperti penempatan tenda, transportasi ke Muzdalifah dan Mina, serta layanan kesehatan telah diatur oleh maktab.
- Memperbanyak bacaan talbiyah, zikir, dan doa sebagai fokus utama ibadah.
- Mengonsumsi jatah makan yang disediakan untuk menjaga kondisi kesehatan.
- Bersabar saat mengantre menggunakan fasilitas kamar mandi atau WC yang terbatas.
- Menjaga aurat tetap tertutup selama di kemah dan saat keluar masuk kamar mandi, karena jemaah dalam keadaan ihram.
- Mengikuti ceramah dari petugas kloter dengan tekun sebelum waktu wukuf tiba.
Kegiatan Saat Waktu Wukuf Tiba
Ketika waktu wukuf tiba, jemaah haji diharapkan melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah secara berurutan untuk memaksimalkan spiritualitas mereka di Padang Arafah.
- Mendengarkan khutbah wukuf dengan penuh perhatian.
- Melaksanakan salat berjamaah Zuhur dan Asar dengan cara jama' taqdim qasar.
- Membaca doa wukuf sebagai puncak permohonan kepada Allah.
Selain itu, jemaah disarankan untuk menghubungi petugas kloter jika mengalami masalah terkait ibadah atau kesehatan, termasuk segera melapor ke dokter kloter bila merasa sakit. Menjaga stamina dengan tetap berada di dalam kemah juga menjadi poin penting untuk menghindari kelelahan.
Larangan yang Harus Diperhatikan
Kemenhaj juga menegaskan beberapa larangan selama di Arafah untuk mencegah gangguan dan memastikan keamanan bersama. Larangan ini mencakup:
- Merokok di seluruh kawasan Arafah, terutama di dalam tenda, karena dapat mengganggu jemaah lain, mengurangi kekhusyukan ibadah, dan berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran.
- Membuang puntung rokok sembarangan yang dikhawatirkan memicu insiden kebakaran di area padang gersang.
- Memaksakan diri untuk berangkat ke Jabal Rahmah atau melakukan wukuf di luar kemah tanpa izin, demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.
Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan jemaah haji 2026 dapat menjalankan ibadah wukuf dengan lancar, khusyuk, dan aman, sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan oleh otoritas haji Indonesia.



