Ilmuwan mengungkapkan bahwa kawasan Asia Tenggara harus bersiap menghadapi fenomena iklim ekstrem yang dikenal sebagai El Nino Godzilla. Para ahli memperingatkan ancaman climate whiplash atau cambukan iklim, di mana wilayah ini akan mengalami transisi cuaca drastis dari kekeringan parah menuju banjir bandang yang merusak.
Dampak yang Mengancam
Kondisi ini diprediksi akan memicu gagal panen, krisis air bersih, serta ancaman kabut asap lintas batas (haze) yang dapat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat. Fenomena climate whiplash ini menjadi perhatian serius bagi negara-negara di Asia Tenggara.
Peringatan dari Data Global
Berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), suhu permukaan laut di Pasifik ekuator meningkat pesat pada akhir April 2026. Hal ini menjadi sinyal kuat kembalinya El Nino pada bulan Juni mendatang. Para ilmuwan menekankan perlunya kesiapsiagaan menghadapi dampak berantai yang dapat terjadi.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari otoritas setempat guna meminimalkan risiko bencana. Pemerintah juga didorong untuk memperkuat sistem peringatan dini dan infrastruktur penanggulangan bencana.



