WNA Main DJ di Puncak Gunung Batur Bali, Dinas Pariwisata Telusuri Video Viral
WNA Main DJ di Puncak Gunung Batur, Dinas Pariwisata Telusuri

WNA Main DJ di Puncak Gunung Batur Bali, Dinas Pariwisata Telusuri Video Viral

Sebuah video yang viral di media sosial memicu kontroversi setelah menunjukkan seorang warga negara asing (WNA) sedang asyik bermain DJ di puncak Gunung Batur, Bali. Petugas Dinas Pariwisata Bali kini tengah menelusuri kebenaran dan detail peristiwa tersebut untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran.

Video Viral Tunjukkan Aksi DJ di Ketinggian 1.717 Mdpl

Dilansir dari detikBali pada Kamis (16/4/2026), unggahan di platform media sosial itu memperlihatkan seorang turis asing dengan peralatan turntable dan meja putih, beraksi sebagai DJ di lokasi yang diduga berada di puncak Gunung Batur. Gunung berapi aktif ini memiliki ketinggian sekitar 1.717 meter di atas permukaan laut dan merupakan destinasi wisata populer di Bali.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat satu orang kameraman yang mengambil gambar dari dua sudut pandang berbeda, mengindikasikan bahwa aksi ini kemungkinan bagian dari syuting video klip atau konten kreatif. Namun, aksi WNA itu menuai kecaman dari netizen dan pengamat lingkungan karena dinilai tidak menjaga keasrian dan kelestarian alam di kawasan gunung yang sensitif secara ekologis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dinas Pariwisata Bangli Selidiki Legal Standing dan Waktu Kejadian

Kepala Dinas Pariwisata Bangli, I Wayan Dirga Yusa, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih dalam proses mengumpulkan data dan menelusuri kebenaran video viral tersebut. "Soal pembinaan fungsi pariwisata dan kejadian video viral itu masih kami cari datanya. Soal legal standing pengelolaan Gunung Batur, kewenangan di BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali," jelas Yusa dalam pernyataannya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti waktu kejadian maupun identitas warga asing yang terlibat dalam video tersebut. Investigasi ini mencakup pengecekan izin dan kepatuhan terhadap regulasi pariwisata serta konservasi alam di kawasan Gunung Batur, yang berada di bawah pengawasan BKSDA Bali.

Dampak terhadap Lingkungan dan Pariwisata Bali

Insiden ini menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan pelestarian lingkungan di destinasi alam seperti Gunung Batur. Beberapa poin kritis yang muncul dari kasus ini meliputi:

  • Potensi gangguan ekologis: Aktivitas DJ dengan peralatan elektronik di puncak gunung dapat mengganggu flora dan fauna setempat.
  • Kepatuhan regulasi: Perlu klarifikasi apakah aksi tersebut memiliki izin dari otoritas terkait seperti Dinas Pariwisata atau BKSDA.
  • Dampak pariwisata: Video viral bisa mempengaruhi citra Bali sebagai destinasi wisata yang bertanggung jawab secara lingkungan.

Dinas Pariwisata Bali diharapkan dapat segera menyelesaikan penyelidikan ini dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu menghormati norma dan aturan yang berlaku di kawasan konservasi alam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga