DPRD Surabaya Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Ujung Tombak Distribusi Pasar Murah
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, mengusulkan penguatan peran Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam program pasar murah yang rutin digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Usulan ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau di tingkat kelurahan.
Potensi Besar Koperasi Merah Putih di Surabaya
Bahtiyar menekankan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih telah menjangkau hampir seluruh kelurahan di Surabaya, menjadikannya potensi besar dalam distribusi sembako seperti beras, minyak, dan daging. "Pemkot Surabaya selama ini sudah sangat aktif menggelar pasar murah di berbagai wilayah. Ke depan, alangkah baiknya koperasi Merah Putih turut dilibatkan agar manfaatnya bisa lebih luas dan tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, pelibatan koperasi tidak hanya memperkuat distribusi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memberdayakan ekonomi masyarakat berbasis komunitas. "Semangatnya adalah membantu masyarakat sekaligus memperkuat jangkauan pasar. Koperasi bisa menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan warga di tingkat bawah," ungkap Bahtiyar.
Tantangan dan Solusi untuk Optimalisasi Koperasi
Namun, Bahtiyar mengakui bahwa beberapa Koperasi Merah Putih di Surabaya masih belum berjalan optimal karena berbagai kendala, termasuk:
- Keterbatasan anggaran operasional
- Minimnya partisipasi aktif dari anggota
- Belum adanya arah pengelolaan yang jelas dan terstruktur
"Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Perlu ada pendampingan dan kolaborasi agar koperasi bisa benar-benar aktif dan berdaya," tegas legislator dari Fraksi Gerindra tersebut. Ia mendorong peran aktif perangkat daerah, khususnya Dinas Koperasi dan Perdagangan, dalam memperkuat ekosistem koperasi melalui forum komunikasi atau rembuk bersama sebelum pelaksanaan pasar murah.
Kolaborasi untuk Transformasi Ekonomi Kerakyatan
Bahtiyar menjelaskan bahwa dengan pola kolaborasi antara pemerintah dan pengurus koperasi, penyaluran program pasar murah dapat dilakukan melalui koperasi di masing-masing kelurahan. "Dinas Koperasi dan Perdagangan bisa mengajak para pengurus koperasi untuk duduk bersama, sehingga penyaluran program seperti pasar murah bisa melalui koperasi di masing-masing kelurahan," jelasnya.
Dengan pendekatan ini, ia optimistis Koperasi Merah Putih tidak hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Surabaya. "Kalau ini berjalan, dampaknya bukan hanya pada distribusi sembako, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya. Usulan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program pasar murah dan mendukung pemberdayaan masyarakat secara lebih menyeluruh.



