DKI Jakarta Hadapi Tantangan Musnahkan Ikan Sapu-Sapu, Cari Metode yang Efektif dan Manusiawi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan, mengakui bahwa pihaknya mengalami kesulitan dalam upaya memusnahkan ikan sapu-sapu di perairan Jakarta. Ia menegaskan bahwa membunuh ikan invasif tersebut satu per satu bukanlah solusi yang praktis, mengingat populasi mereka yang sangat melimpah dan tersebar luas.
Koordinasi dengan Akademisi dan Praktisi untuk Temukan Solusi Terbaik
Hasudungan menyatakan bahwa Dinas KPKP saat ini sedang melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi, untuk mencari metode pemusnahan yang paling efektif. "Kami lagi koordinasi dengan akademisi maupun praktisi, lagi mencari literatur metode apa yang paling efektif agar tidak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan bahwa proses ini membutuhkan waktu dan persiapan yang matang. "Saya juga coba cari literatur tapi kan butuh persiapan juga," imbuhnya, menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati untuk menghindari kontroversi publik.
Sorotan MUI Terkait Prinsip Kesejahteraan Hewan dalam Pemusnahan
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyoroti isu ini melalui pernyataan Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda. Ia mengingatkan adanya prinsip rahmatan lil 'alamin dan kesejahteraan hewan (kesrawan) yang harus dipertimbangkan.
Miftahul Huda menjelaskan bahwa dari sudut pandang syariah, membunuh hewan diperbolehkan jika bertujuan untuk kebaikan, seperti melindungi lingkungan dari kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh ikan sapu-sapu. Namun, ia menegaskan bahwa metode yang digunakan harus meminimalkan penderitaan. "Cara tersebut dianggap menimbulkan penderitaan yang tidak perlu," katanya, merujuk pada praktik seperti mengubur hidup-hidup yang dianggap tidak manusiawi.
Meski demikian, MUI mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengendalikan populasi ikan sapu-sapu, karena sejalan dengan maqāṣid syariah dalam kategori ḍharūriyyāt ekologis modern. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan menjadi pertimbangan penting yang seimbang dengan aspek kesejahteraan hewan.
Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan Jakarta
Ikan sapu-sapu, yang dikenal sebagai spesies invasif, telah mendominasi sungai-sungai di Jakarta dan menyebabkan kerusakan signifikan pada ekosistem lokal. Mereka bersaing dengan ikan asli untuk sumber daya makanan dan habitat, sehingga mengancam keanekaragaman hayati.
Upaya penanganan terintegrasi telah didorong oleh berbagai pihak, termasuk anggota DPRD DKI Jakarta, Kenneth, yang menekankan pentingnya strategi yang komprehensif. Namun, tantangan utama tetap terletak pada menemukan metode pemusnahan yang efektif, efisien, dan sesuai dengan norma-norma kemanusiaan serta agama.
Dengan demikian, Dinas KPKP DKI Jakarta terus berupaya untuk menyeimbangkan antara kebutuhan ekologis dan pertimbangan etis, sambil mencari solusi yang dapat diterima oleh semua pihak terkait.



