KOMPAS.com - Beberapa orang mungkin mengira jamur hanya muncul di dinding kamar mandi yang lembap atau sudut rumah yang jarang dibersihkan. Padahal, jamur bisa tumbuh di berbagai tempat tak terduga di dalam rumah, bahkan pada benda yang digunakan setiap hari.
Keberadaan jamur bukan sekadar masalah kebersihan atau estetika. Dalam kondisi tertentu, paparan jamur dapat memicu alergi, gangguan pernapasan, ruam kulit, hingga penyakit paru-paru yang serius.
Dampak Kesehatan Akibat Paparan Jamur
Jika Anda terpapar jamur, Anda dapat mengalami gangguan pernapasan yang tingkat keparahannya bisa ringan hingga berat. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis paru dan perawatan intensif dari Cleveland Clinic, Dr Lamia Ibrahim, sebagaimana diberitakan di laman resmi mereka pada Rabu (6/5/2026).
Paparan jamur tidak hanya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi kulit, mata, dan tenggorokan. Bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, risiko komplikasi lebih tinggi.
Tempat Tak Terduga yang Rawan Jamur
Beberapa tempat di rumah yang sering luput dari perhatian dan berpotensi menjadi sarang jamur antara lain:
- Karpet dan permadani yang jarang dibersihkan
- Bantal dan kasur yang lembap karena keringat
- Kulkas bagian belakang atau tempat penampungan air
- Mesin cuci, terutama bagian karet pintu
- Tempat sampah organik yang tidak segera dibuang
Cara Mencegah Pertumbuhan Jamur
Untuk mengurangi risiko pertumbuhan jamur di rumah, lakukan langkah-langkah berikut:
- Jaga kelembapan ruangan dengan ventilasi yang baik atau gunakan dehumidifier
- Bersihkan secara rutin area yang rentan lembap
- Perbaiki kebocoran air segera
- Keringkan benda basah seperti handuk dan pakaian segera setelah digunakan
- Hindari menumpuk barang yang dapat menahan kelembapan
Dengan mengenali tempat-tempat tak terduga yang menjadi sarang jamur, Anda dapat melindungi kesehatan keluarga dari risiko yang ditimbulkan.



