Prakiraan Cuaca Jabodetabek Jumat 24 April 2026: Pagi Cerah, Siang-Malam Hujan Ringan
Cuaca Jabodetabek 24 April 2026: Pagi Cerah, Siang-Malam Hujan

Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan mengawali hari dengan cuaca cerah, sebelum berlanjut hujan ringan pada siang hingga malam hari pada Jumat (24/4/2026). Demikian prakiraan cuaca hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pada pagi hari seluruh wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Barat, Pusat, Selatan, Timur, hingga Utara diprediksi cerah. Memasuki siang hari, hujan ringan berpotensi turun merata di seluruh wilayah Jakarta dan berlanjut hingga malam hari.

Prakiraan Cuaca Per Wilayah

Kepulauan Seribu diprakirakan berawan pada pagi hari, kemudian menjadi berawan tebal pada siang hingga malam hari tanpa potensi hujan signifikan. Untuk wilayah penyangga Jakarta, Bekasi diprediksi cerah pada pagi hari, kemudian hujan ringan pada siang hari, dan berawan tebal pada malam hari. Depok, Kota Bogor, dan Tangerang diprakirakan cerah hingga cerah berawan pada pagi hari, lalu hujan ringan pada siang hingga malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan ringan pada siang hingga malam hari yang dapat memengaruhi aktivitas, terutama di luar ruangan, serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca yang berlaku.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tabel Prakiraan Cuaca Jabodetabek

  • Jakarta Barat: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Jakarta Pusat: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Jakarta Selatan: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Jakarta Timur: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Jakarta Utara: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Kepulauan Seribu: Pagi Berawan, Siang Berawan Tebal, Malam Berawan Tebal
  • Bekasi: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Berawan Tebal
  • Depok: Pagi Cerah, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Kota Bogor: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan
  • Tangerang: Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Ringan, Malam Hujan Ringan

Dampak El Nino Godzilla

El Nino Godzilla adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik ekuator. Fenomena ini dapat memicu panas ekstrem dan kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena ini terjadi pada April hingga Oktober 2026. Belakangan, cuaca memang terasa mulai panas terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Pengaruh Cuaca Panas terhadap Psikis Anak

Menurut psikolog anak dan keluarga, Irma Gustiana, keadaan lingkungan dapat memberi pengaruh pada anak. "Lingkungan memberi pengaruh cukup besar pada anak, moodiness (perubahan suasana hati). Jangankan anak-anak, orang dewasa juga sama. Jadi kalau dia dalam kondisi fisik dia panas, atau lingkungannya panas itu sudah pasti mood-nya akan terganggu," kata Irma kepada Health Liputan6.com saat ditemui di Jakarta, Rabu 22 April 2026. Irma mengimbau orang tua untuk menyiapkan dan memitigasi. Misalnya, dalam situasi panas, anak dipaksa belajar maka tidak akan kondusif dan bisa tantrum. "Maka suasana itu harus diciptakan, jadi kalau di luar sana 35, 36 derajat segala macam, maka di dalam rumah bisa dibuat sejuk. Sejuknya itu secara psikologis dan secara suasana juga, itu akan membantu anak agar mood-nya lebih baik," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Peningkatan Risiko Penyakit

Kehadiran El Nino Godzilla dapat membuat Indonesia mengalami peningkatan suhu 1,5 hingga 2 derajat Celsius. Kondisi ini menyebabkan berkurangnya proses rain washing, sehingga polutan udara tidak tersapu hujan dan cenderung terakumulasi akibat udara stagnan, lapisan inversi, serta angin lemah. Bahkan, diperparah risiko kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap seperti disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman. Lalu, peningkatan suhu dan perubahan lingkungan juga dapat memicu penyakit tular vektor seperti dengue dan malaria akibat genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk. "Serta memperburuk kualitas air dan sanitasi yang berpotensi meningkatkan kasus diare, tifoid, kolera, dan leptospirosis," kata Aji. Aji pun memberikan edukasi dampak El Nino dengan menerapkan protokol kesehatan untuk perlindungan diri. "Melakukan konsultasi daring/luring dengan tenaga medis/kesehatan jika muncul keluhan kesehatan khususnya masalah pernapasan," saran Aji.