Konflik 'Selat Hormuz Sidokare' di Sidoarjo Berakhir Damai Setelah Mediasi
Konflik 'Selat Hormuz Sidokare' di Sidoarjo Berakhir Damai

Konflik 'Selat Hormuz Sidokare' di Sidoarjo Berakhir dengan Damai Setelah Mediasi

Polemik penutupan jalan di Perumahan Sidokare Asri, Kecamatan Sidoarjo, yang viral dengan julukan 'Selat Hormuz Sidokare' akhirnya berakhir dengan penyelesaian damai. Mediasi yang digelar di balai desa berhasil mempertemukan kedua belah pihak dan menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan konflik secara kekeluargaan, tanpa melanjutkan ke jalur hukum.

Mediasi Berlangsung Lancar dan Suasana Mencair

Warga yang memviralkan insiden ini, berinisial YG, mengungkapkan bahwa mediasi berlangsung pada Senin (6/4/2026) sore. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengakhiri konflik dan tidak memperpanjang persoalan ke ranah hukum. "Sudah dimediasi dan disepakati damai. Sekarang sudah tidak ada lagi 'Selat Hormuz' di Sidokare," ujar YG, seperti dilansir dari sumber terpercaya.

Setelah mediasi, suasana di antara kedua belah pihak mulai mencair. YG dan MH, yang terlibat dalam konflik, bahkan saling berjabat tangan sebagai bentuk penyelesaian masalah. "Kami saling bersalaman dan saya pribadi sudah memaafkan. Harapannya ke depan bisa lebih baik," tambah YG, menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di lingkungan masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keputusan untuk Kebaikan Bersama dan Kondusivitas Lingkungan

Di sisi lain, MH menyatakan penerimaannya atas hasil mediasi dan memastikan bahwa ia tidak akan melanjutkan persoalan ke jalur hukum. Keputusan ini diambil demi menjaga situasi yang kondusif di lingkungan sekitar. "Sudah selesai sampai di sini saja. Jalur hukum dibatalkan, kembali ke masyarakat demi kebaikan bersama," kata MH saat ditemui di rumahnya.

Konflik ini bermula dari penutupan jalan yang kemudian menjadi viral di media sosial dengan sebutan 'Selat Hormuz Sidokare', mengacu pada selat strategis di Timur Tengah. Insiden tersebut sempat menimbulkan ketegangan di antara warga, tetapi dengan adanya mediasi, semua pihak dapat mencapai titik temu yang mengutamakan perdamaian dan harmoni sosial.

Dengan berakhirnya konflik ini, diharapkan lingkungan Perumahan Sidokare Asri dapat kembali tenang dan warga dapat hidup berdampingan dengan lebih baik. Penyelesaian secara kekeluargaan ini menjadi contoh positif bagaimana masalah di tingkat masyarakat dapat diatasi tanpa harus melalui proses hukum yang berlarut-larut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga