Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: 71 Korban Dievakuasi
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa sebanyak 71 korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit setelah tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026) dini hari. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan bahwa korban tersebar di empat hingga lima rumah sakit di wilayah Bekasi.
"Yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang," jelas Bobby saat ditemui di Stasiun Bekasi Timur. Hingga pukul 01.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat sebanyak empat orang, yang seluruhnya merupakan penumpang KRL. "Per jam 01.00 ini, korban meninggal dunia itu ada 4 orang," tambahnya.
Evakuasi Penumpang dan Korban Luka
Seluruh penumpang Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi. Namun, beberapa penumpang kereta jarak jauh mengalami luka akibat benturan keras. Bobby menyebutkan bahwa petugas KAI, termasuk pramugari dan penyelia, juga turut menjadi korban luka. "KA JJ juga ada beberapa penumpang dan terutama prami, penyelia, itu yang mengalami luka-luka juga karena benturan," ujarnya.
Hingga malam hari, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas kesulitan mengevakuasi korban yang terjepit di dalam gerbong KRL karena struktur rangkaian yang rusak parah. Tim penyelamat melakukan pemotongan gerbong untuk mempercepat evakuasi. "Yang rangkaian dari kereta Anggrek telah kita lakukan pemotongan ya, sebagian dari rangkaian mungkin setengahnya sudah kita tarik ke Bekasi," kata Bobby.
Dampak dan Penanganan
Kecelakaan ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta api di jalur Bekasi. KAI bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk penanganan korban dan pemulihan jalur. Sebelumnya, Masinis Kereta Argo Bromo Anggrek yang terlibat tabrakan dilaporkan selamat dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena melibatkan dua moda transportasi kereta yang padat di kawasan Jabodetabek. KAI berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.



