Satu Kantong Jenazah Dievakuasi dari KRL di Stasiun Bekasi Timur
Satu Kantong Jenazah Dievakuasi dari KRL Bekasi Timur

Petugas gabungan masih melakukan proses evakuasi korban yang terjepit dalam gerbong KRL setelah tertabrak Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Satu kantong jenazah berhasil dikeluarkan dari gerbong pada Selasa (28/4/2026) pukul 02.48 WIB.

Kronologi Evakuasi

Pantauan di lokasi menunjukkan petugas mengeluarkan kantong berwarna oranye dari gerbong KRL. Kantong tersebut dibopong oleh petugas gabungan untuk segera dievakuasi ke rumah sakit. Proses evakuasi telah berlangsung sekitar lima jam sejak kecelakaan terjadi.

Upaya Penyelamatan

Sejumlah petugas dari Basarnas hingga tenaga medis berjibaku mengeluarkan korban yang masih terjepit. Terlihat kantong infus tergantung di gerbong yang sedang ditangani. Petugas memotong bagian gerbong, khususnya gerbong wanita, untuk mempercepat evakuasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban dan Penanganan

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan per pukul 01.00 WIB, korban meninggal dunia tercatat sebanyak empat orang. Sebanyak 71 orang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. "Yang kita observasi di rumah sakit, ada 4 atau 5 rumah sakit, itu ada 71 orang," ungkap Bobby.

Proses evakuasi terus berlangsung untuk mencari dan menyelamatkan korban lainnya yang masih diduga terjepit di dalam gerbong. Petugas bekerja keras dengan alat berat untuk membuka akses ke bagian gerbong yang rusak parah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga