Anak Cerita Evakuasi Ibu Terjebak KRL Ditabrak KA Argo Bromo
Anak Cerita Evakuasi Ibu Terjebak KRL Ditabrak KA Argo Bromo

Jakarta - Halimah (41), warga Jakarta Pusat, menceritakan pengalaman pilu ibunya, Nuryati (62), yang menjadi korban dalam kecelakaan tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Nuryati sempat terjebak di dalam gerbong KRL dan baru bisa dievakuasi setelah pintu gerbong dibuka oleh tim SAR.

Kronologi Kejadian

Menurut Halimah, Nuryati bersama adik dan keponakannya sedang dalam perjalanan menuju Cikarang menggunakan KRL. Mereka berniat menjenguk saudara yang sakit di rumah sakit. Namun, nahas, KRL yang mereka tumpangi ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.

"Mau ke Cikarang, ke tempat adik saya, mau nengokin adik saya yang sakit, di rumah sakit," ujar Halimah di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proses Evakuasi yang Sulit

Halimah menuturkan bahwa adik dan keponakannya berhasil dievakuasi melalui jendela kereta. Namun, Nuryati harus menunggu lebih lama karena tidak bisa melewati jendela. Evakuasi melalui pintu baru bisa dilakukan setelah tim SAR berhasil membukanya.

"Jadi itu kata adik, di kereta itu kan gelap ya, tidak ada sirkulasi udara pun. Jadi mama tuh penolongannya terakhir, kata adik saya, nggak ada yang nolongin," kata Halimah.

"Kalau mama kan nggak mungkin lompat lewat jendela, karena kan berat, badannya besar. Jadi mama cuma lewat pintu doang. Nah itu pun kata adik, tinggal sisa berapa orang doang tuh yang masih di dalam kereta. Termasuk mama saya yang ada di situ," tambahnya.

Kondisi Nuryati Saat Dievakuasi

Halimah mengaku mendapat kabar dari adiknya bahwa Nuryati sempat pingsan. Saat dihubungi kembali, adiknya menyampaikan bahwa Nuryati sudah tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

"Ditelepon sama adik saya, katanya mama tuh pingsan. Jadi saya pikir mungkin pingsan biasa, karena penuh apa bagaimana keretanya. Pas saya telepon kedua, mama sudah tidak sedarkan diri mbak, bilang gitu, terus sudah pucat, terus saya telepon lagi, sudah tidak ada kayaknya mbak," ujarnya.

Menurut cerita adiknya, Nuryati terpental saat terjadi benturan tabrakan. Hal ini membuat kondisinya semakin lemah dan tidak bisa dievakuasi melalui jendela.

"Kata adik saya nggak paling belakang. Cuma mungkin berapa gerbong dari belakang. Cuma pas benturan yang ditabrak dari tabrakan kereta itu, ya bikin agak pental kata adik saya. Terpental mamanya," kata Halimah.

Pintu Terbuka, Hanya Tersisa Beberapa Penumpang

Halimah mengatakan, saat pintu akhirnya berhasil dibuka, hanya tersisa beberapa penumpang di dalam gerbong. Nuryati termasuk salah satu korban yang meninggal dunia di tempat.

"Nah kata adik lewat pintu itu yang pas pintunya berhasil terbuka, tinggal sisa berapa orang doang yang ada di dalam. Mungkin karena mama kehabisan oksigen di dalam. Karena kan udah lama ya terlalu lama di dalam," ujarnya.

Data Korban Kecelakaan

Sebagai informasi, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menimbulkan korban jiwa. VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4), menyebutkan bahwa hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Proses penanganan masih berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga