Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi: 7 Tewas, 81 Luka
Fakta Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi: 7 Tewas, 81 Luka

Kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 7 orang dilaporkan meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi pukul 20.50 WIB dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL yang sedang berhenti di stasiun.

Tabrakan Keras Hingga Gerbong Tembus

Tabrakan antara KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi dengan sangat keras. Dari video yang beredar, KA Argo Bromo yang melaju tanpa hambatan tiba-tiba menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Akibatnya, KA jarak jauh menembus gerbong belakang KRL hingga hancur.

Gerbong Wanita Hancur Parah

Gerbong belakang KRL yang ditabrak merupakan gerbong khusus wanita. Seorang korban selamat bernama Andi menyatakan bahwa gerbong yang tertabrak adalah gerbong wanita di posisi paling belakang. Gerbong tersebut mengalami kerusakan parah akibat hantaman keras.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penumpang Panik dan Pecahkan Kaca

Kepanikan melanda para penumpang saat kecelakaan terjadi. Banyak penumpang yang terpental akibat benturan. Rendi Pangestu, seorang penumpang KRL, menceritakan bahwa ia sedang mengobrol dengan seorang kakek-kakek ketika tiba-tiba terjadi guncangan keras akibat tabrakan. Penumpang di gerbong 4-5 bahkan terpental hingga ke bagian belakang. Beberapa penumpang terpaksa memecahkan kaca untuk menyelamatkan diri.

Insiden Taksi Tertemper Sebelum Tabrakan

Sebelum kecelakaan utama, terjadi insiden taksi yang tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Taksi tersebut berhenti di tengah lintasan dan menyebabkan KRL berhenti di sampingnya. Namun, saat itu KRL di Stasiun Bekasi Timur justru tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek. Green SM Indonesia, perusahaan taksi yang terlibat, menyatakan kooperatif dalam penyelidikan dan telah memberikan informasi kepada pihak berwenang.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa identifikasi sementara menunjukkan insiden tabrakan diawali oleh peristiwa taksi tertemper KRL di perlintasan JPL 85. Hal ini diduga mengganggu sistem perkeretaapian di area Stasiun Bekasi Timur. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari KNKT.

Evakuasi Berlangsung Semalaman

Tim Basarnas melakukan evakuasi dari Senin malam hingga Selasa pagi. Kepala Basarnas, M Syafii, mengatakan bahwa beberapa korban terjepit di antara logam gerbong sehingga perlu dilakukan pemotongan untuk memudahkan evakuasi. Tiga korban yang sempat terjebak berhasil dievakuasi pada pagi hari. Hingga saat ini, Basarnas masih memastikan tidak ada korban tersisa di dalam rangkaian kereta.

  • 7 orang meninggal dunia
  • 81 orang luka-luka
  • Evakuasi berlangsung dari malam hingga pagi

Kecelakaan ini menjadi perhatian publik dan pihak berwenang terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga