Kecelakaan hebat terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam, 27 April 2026. Insiden ini melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, mengakibatkan gerbong kereta hancur parah.
Proses Evakuasi Berlangsung Lama
Pantauan detikcom pada Selasa (28/4/2026) menunjukkan ambulans masih lalu lalang di stasiun. Petugas kepolisian masih berjaga di lokasi. Sejumlah petugas gabungan terlihat berada di gerbong KRL yang ringsek parah dengan beberapa bagian retak. Bagian kepala kereta jarak jauh masih menancap tembus ke gerbong KRL, dan pecahan kaca berserakan di mana-mana.
Proses evakuasi telah berlangsung selama sembilan jam. Petugas masih berusaha mengevakuasi korban yang terjebak di dalam reruntuhan.
Korban Jiwa dan Luka
Berdasarkan papan informasi di lokasi, dari 53 korban yang tercatat, tiga orang meninggal dunia. Ketiga korban teridentifikasi sebagai Nuryati (62 tahun, perempuan), Enggar Retno K (35 tahun, perempuan), dan Nurlaela (30 tahun, perempuan).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin memberikan update terbaru. “Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3,” ujarnya kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Ia menambahkan, “Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS.”
Sebelumnya, KAI menyebut sebanyak lima penumpang meninggal dunia dalam insiden ini, dan tiga korban masih terjepit. Evakuasi terhadap korban terjepit terus dilakukan.
Dampak Perjalanan Kereta
Akibat kecelakaan ini, sebanyak 13 perjalanan kereta api dibatalkan pada hari ini. Petugas masih bekerja keras untuk membersihkan lokasi dan memulihkan jalur kereta.



