Otoritas Malaysia memperluas area pencarian korban kapal karam di perairan Pulau Pangkor, Lumut, hingga mencapai 343 batu nautika persegi pada hari ketiga operasi pencarian, Rabu (13/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk mencari tujuh migran asal Indonesia yang masih dinyatakan hilang setelah insiden kapal tenggelam yang terjadi pada Senin (11/5/2026).
Perluasan Area Berdasarkan Pola Pergerakan Korban
Pengarah Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Perak, Kapten Maritim Mohamad Shukri Khotob, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan pola pergerakan korban yang sebelumnya ditemukan. "Fokus utama pencarian hari ini adalah ke arah utara perairan Pulau Pangkor berdasarkan penemuan sebelumnya yang menunjukkan korban hanyut ke kawasan tersebut," ujarnya di Lumut, sebagaimana dilansir Harian Metro Malaysia.
Operasi Pencarian Terus Berlanjut
Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk APMM, polisi, dan sukarelawan. Tim penyelamat menggunakan peralatan canggih seperti sonar dan kapal patroli untuk menyisir area yang lebih luas. Hingga saat ini, tiga jenazah telah ditemukan, sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian. Keluarga korban di Indonesia terus memantau perkembangan operasi ini dengan harapan besar.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang melibatkan migran Indonesia di perairan Malaysia. Pemerintah Indonesia telah menyatakan dukungannya dan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.



