Insiden tabrakan maut antara dua kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Sebelum kecelakaan tersebut, sebuah taksi terlihat tertemper oleh KRL di lintasan kereta.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan akun TMC Polda Metro Jaya, kecelakaan terjadi pada pukul 20.50 WIB. Taksi tersebut berhenti di tengah-tengah lintasan kereta, menyebabkan KRL berhenti di sampingnya. KRL yang terhenti itu kemudian tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa taksi tersebut menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal. Hal ini membuat KRL berhenti dan kemudian tertabrak oleh kereta Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang.
Dampak Kecelakaan
Akibat tabrakan tersebut, gerbong wanita mengalami kerusakan parah. KAI mengonfirmasi bahwa empat orang tewas dalam kecelakaan ini. Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam hari.
Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL berhasil dievakuasi dan seluruhnya dalam kondisi selamat.
Insiden ini menjadi perhatian serius bagi otoritas perkeretaapian untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.



