Polisi mengimbau keluarga korban tewas dalam insiden tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur untuk mendatangi posko yang telah disediakan di Rumah Sakit Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur. Imbauan ini disampaikan untuk memperlancar proses identifikasi jenazah korban yang belum diketahui identitasnya.
Evakuasi dan Identifikasi Korban
Hingga pagi ini, total korban tewas tercatat sebanyak 14 orang. Dari jumlah tersebut, sepuluh jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa kesepuluh jenazah tersebut belum dikenali identitasnya. Ia mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi posko di RS Polri.
Proses evakuasi masih terus berlangsung melibatkan pihak kepolisian, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Mereka bekerja sama untuk menangani dampak kecelakaan yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi saat KRL sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur karena ada KRL lain yang menabrak taksi di perlintasan. Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di bagian belakang robek setelah ditabrak oleh KA Argo Bromo. Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga puluhan korban luka-luka.
Data Korban Terkini
Berdasarkan update pada pukul 08.45 WIB, jumlah korban tewas bertambah menjadi 14 orang, sementara korban luka mencapai 84 orang. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa proses penanganan masih berlangsung. KAI memastikan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka dan biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung oleh asuransi dan KAI.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menambahkan bahwa korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut. Pihaknya juga menyampaikan dukungan penuh kepada keluarga korban.
Imbauan bagi Keluarga Korban
Kombes Budi Hermanto kembali mengingatkan agar keluarga korban yang masih mencari anggota keluarganya segera mendatangi posko RS Polri Kramat Jati. Posko tersebut akan melayani proses identifikasi dan memberikan informasi terkini mengenai korban.
Kecelakaan ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menyiapkan dana sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki seluruh perlintasan kereta api buntut dari kecelakaan ini. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.



