Tragedi Tawuran Pelajar di Dramaga Bogor, Siswa MTs Meninggal Akibat Senjata Tajam
Sebuah insiden tawuran maut yang melibatkan kelompok pelajar terjadi di kawasan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pelajar berusia 15 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggungnya.
Korban Ditemukan Tergeletak di Persawahan
Kapolsek Dramaga, AKP AM Zalukhu, mengonfirmasi bahwa korban yang bernama inisial SP adalah seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat sudah tidak bergerak di area persawahan. Warga setempat berusaha membantu dengan mengevakuasi korban menggunakan sarung, menggotongnya melewati persawahan dan semak-semak untuk dibawa ke rumah sakit.
Zalukhu menjelaskan bahwa tawuran ini terjadi pada malam Jumat, 17 April 2026, di jalur Lingkar Dramaga. Tim polisi dari Polsek Dramaga sempat mendatangi lokasi dan berhasil membubarkan kedua kelompok pelajar yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
Penyisiran Temukan Korban dengan Luka Parah
Setelah tawuran dibubarkan, petugas melakukan penyisiran di sekitar Desa Ciherang Dramaga. Di sana, mereka menemukan korban SP sudah tergeletak dengan luka di punggung akibat senjata tajam. Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia saat tiba," imbuh Zalukhu. Korban telah dimakamkan pada hari berikutnya, sementara penyelidikan polisi terus berlanjut untuk mengungkap identitas pelaku pembacokan.
Penyelidikan Polisi Masih Berjalan
Polisi saat ini masih aktif melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti yang dapat mengarah pada pelaku. Zalukhu menegaskan bahwa upaya hukum akan dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam tawuran ini.
Insiden ini menyoroti kembali bahaya tawuran di kalangan pelajar, yang sering kali berujung pada korban jiwa. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mendukung upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.



