Demo Mahasiswa Islam di Kawasan Monas Berjalan Tertib dan Damai
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Organisasi Mahasiswa Islam di kawasan Silang Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Kamis (9/4/2026) berakhir dengan situasi yang kondusif dan terkendali. Massa yang terdiri dari sekitar 50 orang peserta dari Pimpinan Pusat Perisai Syarikat Islam dan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya membubarkan diri secara tertib setelah demo berlangsung hingga sore hari.
Pendekatan Humanis Polisi dalam Pengamanan Aksi
Dalam pengamanan unjuk rasa ini, aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pelayanan yang humanis dan komunikasi yang baik dengan para peserta aksi. Sebagai bentuk kepedulian dan pendekatan yang ramah, personel polisi secara aktif membagikan roti dan air mineral kemasan kepada massa yang sedang berdemo. Tindakan ini menunjukkan komitmen Polri untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga melayani masyarakat yang menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. "Polda Metro Jaya hadir untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dalam setiap pengamanan aksi, kami menekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pelayanan, pendekatan humanis, serta komunikasi yang baik dengan peserta aksi," ujar Reynold dalam keterangan resminya.
Pengawalan Ketat dengan Personel yang Memadai
Untuk mengawal aksi unjuk rasa tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 157 personel yang bertugas menjaga situasi tetap kondusif di lokasi. Kombes Reynold menyatakan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan terkendali tanpa adanya insiden yang mengganggu ketertiban umum. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban saat menyampaikan aspirasi dan menghubungi layanan call center 110 Polri apabila membutuhkan bantuan.
Dengan pendekatan yang humanis dan pengamanan yang profesional, demo mahasiswa ini menjadi contoh bagaimana penyampaian pendapat di muka umum dapat dilakukan secara damai dan tertib, didukung oleh aparat yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.



