Ibu Muda di Mojokerto Bersimpuh Saat Mediasi Usai Maki Pemotor dan Toyor Anak
Polisi telah mengamankan seorang ibu muda pengendara mobil Daihatsu Ayla yang viral karena memaki seorang pengendara sepeda motor perempuan hingga menoyor kepala anak SD di Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Wanita bernama Inge Marita (28) itu bersimpuh saat dimediasi dengan korban, menunjukkan penyesalan atas tindakannya.
Insiden yang Memicu Emosi
Inge, yang merupakan warga Perumahan Pulorejo Green Modern, Kelurahan Pulorejo, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, berdalih bahwa perbuatannya tersebut dilakukan karena emosi sesaat. Ia menceritakan momen sebelum keributan terjadi pada Selasa (14/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, janda satu anak ini mengemudikan mobil Daihatsu Ayla hitam dari Jalan Gajah Mada hendak belok kanan ke Jalan Empunala.
Ketika belok kanan di Simpang 4 Sekarsari, Inge merasa laju mobilnya terpotong oleh pengendara sepeda motor Yamaha NMax, yakni Lutvia Indriana (33), warga Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto. "Saat belok ke kanan, posisi mobil saya miring (serong ke kanan), Bu Lutvia langsung dari kiri ke kanan. Di depan ada mobil orang lain. Jadi, Bu Lutvia masuk di antara mobil saya dengan mobil depan," terangnya kepada wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara.
Ledakan Emosi dan Tindakan Kekerasan
Spontan, Inge menginjak rem agar mobilnya tidak menabrak sepeda motor Lutvia. Ia mengaku seketika emosinya meledak, sehingga nekat memaki dan melakukan tindakan fisik kepada Lutvia dan putranya yang masih SD. "Iya saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil. Jadi, saya juga mengkhawatirkan anak saya itu takut kenapa-napa di dalam mobil," jelasnya.
Padahal, Inge maupun putrinya tidak terbentur maupun terluka akibat insiden tersebut. Seperti yang dilontarkan Inge dalam video yang viral, ia mengakui putrinya memakai sabuk pengaman, sehingga tidak sampai terbentur dashboard mobil. Kepada awak media, Inge memastikan emosinya meledak bukan karena pernah mengalami trauma sebelumnya, dengan menegaskan "(Apakah ada trauma sebelumnya?) Tidak ada," tandasnya.
Proses Mediasi dan Rekonsiliasi
Dalam mediasi yang dilakukan, Inge tampak bersimpuh di hadapan korban, menunjukkan sikap penyesalan yang mendalam. Proses ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik secara damai dan menghindari eskalasi hukum lebih lanjut. Polisi terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
Insiden ini mengingatkan pentingnya pengendalian emosi di jalan raya, terutama dalam situasi lalu lintas yang padat dan berpotensi memicu konflik. Masyarakat diharapkan dapat belajar dari kejadian ini untuk menjaga ketenangan dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat merugikan orang lain.



