Kapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota, Targetkan Zero Karhutla di 2026
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho secara langsung memimpin simulasi Sistem Pengamanan Kota atau Sispamkota yang digabungkan dengan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI. Dalam kesempatan ini, Kapolda menegaskan target zero karhutla di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2026 ini.
Simulasi Lintas Sektor untuk Pencegahan Karhutla
Simulasi Sispamkota ini dilaksanakan usai Apel Besar Sabuk Kamtibmas dan Siaga Karhutla OKI 2026 yang berlangsung di Taman Olahraga Kayuagung, OKI, pada Rabu, 22 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengonsolidasikan kekuatan dari berbagai sektor dalam mewujudkan target zero karhutla di wilayah OKI pada tahun yang sama.
Apel siaga tersebut melibatkan sebanyak 1.051 personel gabungan yang terdiri dari berbagai elemen, antara lain:
- Polri dan TNI
- Jajaran pemerintah daerah seperti BPBD dan Manggala Agni
- Elemen masyarakat termasuk Banser, Pecalang, PSHT, kelompok buruh, dan Masyarakat Peduli Api atau MPA
- Partisipasi mantan narapidana terorisme
Sebanyak 307 personel di bawah komando Kabag Ops Polres OKI memperagakan skenario pengamanan wilayah yang terintegrasi dengan penanganan titik api dalam simulasi Sispamkota. Simulasi ini difokuskan pada alur respons cepat, koordinasi antar-instansi, dan pemanfaatan peralatan taktis untuk mengantisipasi gangguan keamanan perkotaan serta memitigasi dampak karhutla.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana
Kapolda Sumsel bersama Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki dan jajaran Forkopimda juga meninjau langsung stan pameran peralatan mitigasi bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB serta sejumlah perusahaan daerah di Kabupaten OKI. Kehadiran jajaran Forkopimda ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan mencegah bencana lingkungan di wilayah tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel menginstruksikan agar penanganan karhutla tidak lagi hanya bergantung pada fase pemadaman, melainkan harus difokuskan pada pencegahan sejak dini. "Upaya penanganan harus mengutamakan mitigasi dan antisipasi sejak awal. Kami meminta seluruh unsur untuk menanggalkan ego sektoral dan mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, yang tentunya diimbangi dengan penegakan hukum secara humanis," jelas Irjen Sandi Nugroho.
Kegiatan Sosial dan Dukungan kepada Masyarakat
Selain kesiapsiagaan operasional, apel siaga ini juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Sebelum apel dimulai, Kapolda Sumsel didampingi Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, meninjau Bakti Kesehatan dan Gerakan Pangan Murah atau GPM yang difasilitasi oleh Polres OKI.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada lima warga penyandang disabilitas dan mendistribusikan beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan kepada perwakilan masyarakat. "Pengabdian yang kita lakukan tidak hanya diukur dari jabatan atau kedudukan, tetapi dari sejauh mana kita mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
Dengan simulasi dan kegiatan terpadu ini, diharapkan target zero karhutla di Sumatera Selatan pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan preventif yang komprehensif.



