Polisi Proses Laporan Anak Penulis ke Hercules soal Penyekapan
Polisi Proses Laporan Anak Penulis ke Hercules

Polda Metro Jaya telah menerima laporan polisi dari Ilma Sani Fitriana, anak penulis Ahmad Bahar, terhadap Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall atau Hercules. Polda Metro menegaskan bahwa setiap laporan yang masuk akan diproses, termasuk laporan Ilma tersebut.

Polisi Tidak Boleh Menolak Laporan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa kepolisian tidak boleh menolak laporan masyarakat. Namun, dalam laporan tersebut, kepolisian pasti akan melakukan penyelidikan dengan mengklarifikasi pelapor, menganalisis barang bukti, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Apabila dalam proses penyelidikan ini dilakukan gelar perkara, maka akan ada pengalihan status dari lidik menjadi sidik atau penyidikan. Hal yang sama nantinya akan dilakukan, ujarnya pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kronologi Dugaan Penyekapan

Kombes Budi menjelaskan bahwa terlapor dalam perkara ini adalah satu orang, yakni Hercules. Laporan tersebut terkait dugaan perampasan kemerdekaan seseorang yang terjadi pada 17 Mei 2026. Laporan polisi diterima pada hari Jumat sekitar pukul 14.00 WIB. Yang dilaporkan adalah merampas kemerdekaan seseorang, di mana korban didatangi oleh beberapa orang yang menanyakan keberadaan orang tuanya. Namun, korban kemudian dibawa ke salah satu tempat dan diinterogasi selama beberapa jam sebelum akhirnya dipulangkan. Setelah itu, korban membuat laporan polisi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lebih lanjut, Kombes Budi mengatakan bahwa penyidik akan menentukan unit mana yang akan menangani perkara tersebut. Kemudian, akan dilanjutkan dengan tahap penyelidikan. Laporan baru diterima kemarin siang, sehingga penyidik akan mendistribusikan penanganan dari SPKT, apakah dilakukan oleh Ditreskrimum, yang kemudian akan mendisposisikan kepada subdit mana yang akan menangani. Dari subdit akan diterbitkan administrasi penyidikan dan penyelidikan.

Anak Penulis Laporkan Hercules

Anak penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, diketahui sempat digeruduk anggota ormas GRIB Jaya, lalu melaporkan Hercules ke Polda Metro Jaya. Pelaporan berkaitan dengan dugaan kasus penyekapan yang dilakukan terhadap Ilma pada akhir pekan lalu. Pelaporan itu terdaftar dengan nomor register STTLP/B/3678/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026. Ilma melaporkan Hercules didampingi kuasa hukumnya.

Pengacara Ilma, Gufroni, menyatakan bahwa kasus ini sudah masuk kepada tindak pidana, termasuk penyanderaan, penculikan, ancaman verbal, dan penggunaan senjata api. Selain itu, Ilma juga melaporkan peretasan akun pesan singkat atau WhatsApp-nya. Pelaporan itu terdaftar dengan nomor register STTLP/B/3679/V/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 22 Mei 2026. Sebelum hari Minggu, sudah ada operasi sehingga handphone-nya tidak bisa digunakan. Ilma sudah berupaya meminta bantuan untuk memulihkan handphone-nya.

Perselisihan Berakhir Damai

Perselisihan antara penulis buku Ahmad Bahar dengan anggota ormas GRIB Jaya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Rumah Ahmad Bahar di Kota Depok, Jawa Barat, sempat didatangi sejumlah anggota GRIB Jaya. Rumah Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok, pertama kali didatangi anggota GRIB Jaya pada Jumat, 15 Mei. Saat itu anggota GRIB Jaya yang datang telah diberi penjelasan.

Perselisihan itu diduga dipicu oleh nomor handphone Ahmad Bahar dan putrinya yang diretas. Setelah diretas, nomor itu dipakai oleh orang yang tidak diketahui untuk mengirimkan pesan bernada ancaman kepada Hercules dan istrinya. Selain itu, beredar juga video-video yang mencatut Ahmad Bahar di media sosial. Video tersebut juga diduga menyinggung pihak Hercules. Anggota GRIB Jaya kemudian datang lagi ke rumah Ahmad Bahar pada Minggu, 17 Mei, diduga ingin agar Ahmad Bahar memberi penjelasan langsung kepada Hercules terkait dugaan peretasan nomor HP dan penyebaran video-video di media sosial.

Ahmad Bahar menyatakan bahwa HP-nya dan HP anaknya di-hack atau dikloning, sehingga ada video-video tertentu yang bukan miliknya. Hal itu menjadi sumber pemicu kesalahpahaman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga