Fahri Herdi Eko (19), seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang menjadi korban ledakan mesin KMP Aceh Hebat 2, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh. Kabar duka ini disampaikan oleh Kabag Humas RSUD Zainoel Abidin, Rahmadi, di Banda Aceh pada Minggu (21/6).
"Pasien meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat di ruang ICU 1 semalam (20/6) sekitar pukul 22.50 WIB," ujar Rahmadi.
Kronologi Kejadian Ledakan Mesin Kapal
Ledakan terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2, kapal penyeberangan rute Banda Aceh - Sabang, saat sedang bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, pada Jumat (12/6). Insiden ini mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar, terdiri dari 14 mahasiswa Politeknik Pelayaran Malahayati dan seorang anak buah kapal. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut Rahmadi, kondisi Fahri mulai menurun sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu (20/6), sehingga tim medis melakukan pemeriksaan ulang. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian disalatkan di Masjid Raudhatul Jannah RSUD Zainoel Abidin setelah menjalani fardhu kifayah, dan pada pukul 01.50 WIB Minggu (21/6) dibawa pulang ke Medan, Sumatera Utara menggunakan ambulans.
"Semoga semua amal ibadahnya diterima, ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT," tambah Rahmadi.
Duka Mendalam dari ASDP
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Fahri Herdi Eko. GM ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyatakan bahwa perusahaan turut berduka dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"ASDP juga menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi duka ini," kata Andri.
Sejak awal kejadian, ASDP memfokuskan perhatian pada penanganan dan pemulihan para korban. Perusahaan terus memberikan pendampingan dan dukungan kepada korban dan keluarga, termasuk memastikan kebutuhan medis terpenuhi. "Kita akan terus hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta para korban lainnya yang masih menjalani perawatan," ujar Andri.
Investigasi dan Komitmen Keselamatan
ASDP juga mengapresiasi tenaga medis, petugas pelabuhan, aparat, dan seluruh pihak yang membantu proses penanganan sejak awal. Perusahaan berkoordinasi penuh dengan pihak berwenang dalam investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.
"Perusahaan menghormati proses yang sedang berlangsung dan berkomitmen menindaklanjuti setiap hasil evaluasi sebagai bagian dari upaya penguatan aspek keselamatan operasional," demikian Andri Setiawan.



