Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara terkait keterlibatan salah satu dosennya, Cahyaningrum Dewojati, sebagai penasihat Yayasan Daycare Little Aresha di Yogyakarta. Pihak kampus menegaskan bahwa dosen tersebut bertindak dalam kapasitas pribadi, bukan mewakili institusi.
Pernyataan Resmi UGM
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyampaikan bahwa Cahyaningrum Dewojati adalah dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut secara personal. “Terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa penasihat Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi kami, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut dalam kapasitas pribadi,” ujarnya pada Senin (27/4/2026).
UGM juga menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan Daycare Little Aresha. Kampus menegaskan tidak memiliki hubungan institusi dengan yayasan tersebut. “Kami juga menjunjung tinggi prinsip objektivitas serta komitmen terhadap perlindungan anak. Sejalan dengan itu, kami terus memantau perkembangan kasus ini dengan saksama dan siap mengambil langkah tindak lanjut sesuai kapasitas UGM berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tambah Made.
Proses Hukum Berjalan
Made menekankan bahwa saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan. “Perlu dipahami bahwa beliau bertindak dalam kapasitas personal. Saat ini masih berproses. UGM mengikuti proses dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan perlakuan tidak manusiawi di daycare tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara di Polresta Jogja. Kasus ini menjadi perhatian publik karena dugaan kekerasan yang dialami anak-anak di daycare tersebut.
UGM berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus dan akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku. Kampus juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan spekulasi dan menunggu proses hukum yang transparan.



