Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Ketua Golkar Maluku Tenggara
Jakarta - Polisi tengah menyelidiki dugaan pembunuhan berencana yang menimpa Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara. Dalam pengembangan kasus ini, pihak kepolisian telah memeriksa enam orang untuk mendalami berbagai aspek terkait kejadian tersebut.
Pengembangan Kasus dan Pemeriksaan Saksi
Kombes Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menjelaskan bahwa penyidik masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait dugaan pembunuhan berencana ini. "Karena itu masih lakukan pengembangan terkait dugaan pembunuhan berencana. Tapi itu tuntutan pasal pembunuhan berencana yang diterapkan oleh penyidik dalam penanganan kasus tersebut," ujarnya seperti dilansir dari sumber berita, Senin (20/4/2026).
Dari enam saksi yang diperiksa, dua di antaranya adalah pelaku langsung, yaitu Hendrikus Rahayaan (28) dan Finansius Ulukyanan (36). Rositah menambahkan bahwa keenam saksi tersebut meliputi kedua pelaku, saksi pelapor, serta saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).
Penahanan dan Ancaman Hukuman
Setelah menjalani pemeriksaan, kedua pelaku akan ditahan di Rutan Polda Maluku. Mereka terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Tindak pidana terhadap nyawa atau pembunuhan perencana dan atau tindak pidana terhadap tubuh atau penganiayaan secara bersama-sama mengakibatkan matinya orang sebagaimana dimaksud Pasal 459 Jo. 20 huruf c atau Pasal 458 Ayat (1) Jo. 20 huruf c atau 262 Ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia No 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," jelas Rositah.
Ancaman hukuman bagi kedua terduga pelaku sangat berat, yaitu hukuman mati seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun. Hal ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus yang melibatkan tokoh politik ini.
Kasus ini telah menarik perhatian publik, terutama di kalangan politik Maluku Tenggara, mengingat korban merupakan figur penting dalam Partai Golkar daerah tersebut. Penyidikan diharapkan dapat mengungkap motif dan dalang di balik kejadian tragis ini.



