Jakarta -- Kepolisian Sektor Metro Tamansari angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang mengaku ditawari layanan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat. Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Bobby M. Zulfikar, menegaskan bahwa setelah dilakukan penyelidikan langsung ke lokasi, tidak ditemukan bukti praktik prostitusi anak.
Penyelidikan Polisi
Video yang diunggah oleh akun X @hunter_tnok pada bulan April 2026 tersebut menunjukkan seorang pria Jepang yang merekam momen saat mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata "Seventeen" dan "Perawan" untuk mempromosikan layanan prostitusi anak. Unggahan itu menyebutkan bahwa praktik prostitusi anak merajalela di lokasi tersebut.
Namun, Kompol Bobby menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan langsung, isu tersebut tidak terbukti. "Alhamdulillah sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti," ujar Bobby saat dikonfirmasi pada Senin, 25 Mei 2026.
Klaim Tidak Benar
Bobby juga menekankan bahwa berita yang menyebut adanya WNA Jepang yang ditawari prostitusi anak di Lokasari adalah tidak benar. "Betul berita tersebut tidak benar," tegasnya.
Sebelumnya, polisi juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan jaringan pedofilia yang melibatkan WN Jepang, namun hingga saat ini belum ada informasi valid yang mendukung dugaan tersebut.



