Penipuan Berkedok Arisan Lelang Gemparkan Kalimantan Barat, Korban Rugi Miliaran Rupiah
Polisi telah mengamankan seorang perempuan berinisial DS (27), warga Desa Negeri Baru, Benua Kayong, Ketapang, Kalimantan Barat, terkait dugaan penipuan yang menyamar sebagai arisan lelang. Kerugian yang diderita korban diperkirakan mencapai Rp 2 miliar, menimbulkan keresahan di masyarakat setempat.
Modus Janji Keuntungan Instan dalam Hitungan Hari
Menurut laporan dari salah satu korban, Ajeng, DS menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat kepada para peserta arisan. Peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, termasuk Ketapang, Pontianak, dan Sambas. "Kerugian kami diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. DS ini pengurus arisan sekaligus punya usaha wedding organizer," ungkap Ajeng.
Setoran anggota bervariasi mulai dari Rp 3,5 juta hingga belasan juta rupiah, dengan janji bahwa mereka akan mendapatkan untung hanya dalam 4-5 hari. Namun, kenyataannya, dana tersebut tidak dikelola sesuai kesepakatan dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi DS.
Polisi Fasilitasi Mediasi yang Berakhir Gagal
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, melalui Kapolsek Benua Kayong Ipda Chepry Parahera, membenarkan adanya laporan penipuan ini. Polisi sempat memfasilitasi proses mediasi antara korban dan terlapor, namun upaya tersebut gagal mencapai penyelesaian. Chepry menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
"Kami imbau masyarakat yang merasa jadi korban segera melapor. Penanganan sesuai prosedur hukum," tegas Chepry. Polisi kini terus mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih lanjut modus operandi dan melindungi masyarakat dari praktik serupa di masa depan.
Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat
Kasus ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi atau mengikuti program arisan, terutama yang menjanjikan keuntungan instan. Masyarakat diimbau untuk:
- Memverifikasi legalitas dan reputasi pengelola arisan.
- Menghindari tawaran yang terlalu menggiurkan dengan risiko rendah.
- Segera melaporkan ke pihak berwajib jika merasa menjadi korban penipuan.
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga Kalimantan Barat agar lebih waspada terhadap skema finansial yang mencurigakan, demi mencegah kerugian lebih besar.



