Polisi Ungkap Fakta di Balik Video Viral Cekcok di Depok
Sebuah video yang menunjukkan cekcok antar pengguna jalan di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, telah menjadi viral di media sosial. Video tersebut dinarasikan sebagai penipuan dengan modus pura-pura tertabrak, namun polisi memberikan klarifikasi resmi yang berbeda.
Kronologi Insiden yang Sebenarnya
Kasie Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada Sabtu (4/4) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Made menegaskan bahwa tidak ada unsur penipuan atau pemerasan dalam kejadian ini. "Tidak ada modus pemerasan," tegas Made saat dihubungi pada Selasa (7/4/2026).
Insiden bermula ketika seorang pria bernama Yan Fahmi, yang dikenal sebagai Katel, sedang membantu mengatur lalu lintas di persimpangan UKI yang saat itu macet. Saat melakukan tugasnya, kaki kanan Katel tanpa sengaja terlindas oleh mobil yang melintas. "Saat melakukan pengaturan, kaki kanan ujung jari tanpa sengaja terlindas kendaraan roda empat," ujar Made.
Eskalasi dan Penyelesaian Damai
Setelah kakinya terlindas, terjadi cekcok mulut antara Katel dan pengemudi mobil, yang menyebabkan kemacetan di lokasi. Katel meminta pengemudi untuk memarkirkan kendaraannya, yang kemudian memicu percekcokan lebih lanjut. Dalam video viral, terlihat pengendara mobil ditarik keluar dari kendaraannya hingga cekcok berlanjut.
Namun, polisi menyatakan bahwa perselisihan ini akhirnya diselesaikan dengan damai. "Sempat terjadi saling dorong antara Saudara Katel dan pengemudi kendaraan tersebut. Sehingga dilerai serta diselesaikan secara musyawarah. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai," jelas Made. Dengan demikian, insiden ini tidak berujung pada tindakan hukum lebih lanjut.
Dampak Viral dan Penjelasan Polisi
Video yang beredar di media sosial telah memicu berbagai spekulasi, termasuk tuduhan penipuan modus pura-pura tertabrak. Polisi menekankan bahwa narasi tersebut tidak akurat dan mendesak publik untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi. Insiden ini juga menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di area Pancoran Mas, Depok, namun tidak ada korban luka serius atau kerusakan properti yang signifikan.
Polres Metro Depok terus mengimbau warga untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan melaporkan gangguan kamtibmas melalui saluran resmi. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredam kepanikan dan misinformation yang beredar di masyarakat terkait kejadian viral tersebut.



