KOMPAS.com - Sepanjang bulan Mei 2026, langit malam akan dihiasi oleh berbagai fenomena astronomi yang menakjubkan. Mulai dari kemunculan bulan purnama hingga puncak hujan meteor, semua dapat disaksikan dengan mata telanjang asalkan cuaca cerah dan bebas dari polusi cahaya.
Bulan Purnama pada 3 Mei 2026
Fenomena pertama yang akan terjadi adalah bulan purnama pada tanggal 3 Mei 2026. Saat itu, bulan akan tampak bulat sempurna dan sangat terang. Fenomena ini dapat diamati sejak matahari terbenam hingga keesokan paginya.
Konjungsi Bulan dengan Planet
Pada tanggal 7 Mei, bulan akan berada dalam konjungsi dengan planet Jupiter. Keduanya akan tampak berdekatan di langit timur sebelum fajar. Sementara itu, pada 12 Mei, bulan akan berkonjungsi dengan Saturnus, menciptakan pemandangan yang indah.
Hujan Meteor Eta Aquarid
Puncak hujan meteor Eta Aquarid diperkirakan terjadi pada malam 5 hingga 6 Mei 2026. Hujan meteor ini berasal dari debu komet Halley dan dapat menghasilkan hingga 30 meteor per jam. Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah tengah malam hingga subuh, dengan arah radiasi di konstelasi Aquarius.
Fenomena Lainnya
- Bulan Baru: 18 Mei 2026, menjadi momen ideal untuk mengamati objek langit dalam karena minim cahaya bulan.
- Oposisi Jupiter: Jupiter akan mencapai oposisi pada 10 Mei, sehingga planet ini tampak paling terang dan besar sepanjang tahun.
Seluruh fenomena ini dapat dinikmati tanpa alat bantu optik, namun penggunaan teleskop atau binokular akan meningkatkan pengalaman pengamatan. Pastikan untuk mencari lokasi yang gelap dan jauh dari lampu kota untuk hasil terbaik.
Bagi Anda yang tertarik dengan astronomi, jadwalkan waktu untuk menyaksikan keindahan langit malam di bulan Mei 2026. Jangan lupa untuk memeriksa prakiraan cuaca setempat agar tidak terhalang awan.



