Ahli Astronomi ITERA Pastikan Benda Bercahaya di Langit Lampung Bukan Meteor
Benda Bercahaya di Langit Lampung Bukan Meteor, Kata Ahli

Fenomena Langit Lampung Hebohkan Warga, Ahli Pastikan Bukan Meteor

Munculnya benda bercahaya yang melintas di langit Provinsi Lampung pada Sabtu (4/2/2026) menciptakan kegemparan di kalangan masyarakat. Kilatan cahaya yang bergerak di angkasa tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial dan lingkungan warga.

Analisis Ahli Astronomi ITERA: Sampah Antariksa dari Roket

Menanggapi fenomena tersebut, Dr. Annisa Novia Indra Putri, Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), memberikan penjelasan mendetail. Berdasarkan pengamatan timnya, benda bercahaya itu bukan berasal dari meteor atau komet.

"Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, bukan dari komet tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket satelit dari Cina," jelas Annisa kepada media.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perbedaan Gerakan dengan Meteor Biasa

Annisa memaparkan bahwa analisis tim observatorium menunjukkan perbedaan signifikan dengan karakteristik meteor pada umumnya:

  • Gerakan benda terlihat lebih lambat dibandingkan meteor yang biasanya sangat cepat
  • Lintasan dan pola pecahan tidak sesuai dengan ciri-ciri komet
  • Fenomena ini tidak terjadi dalam periode waktu yang teratur seperti hujan meteor

"Kami menganalisis itu bukan dari komet, karena dari gerakan ataupun lintasan bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet," tegas Annisa.

Pengamatan Berkelanjutan dan Wilayah Terpengaruh

Tim astronomi ITERA saat ini masih melakukan pengamatan intensif untuk memprediksi kemungkinan jatuhnya benda antariksa tersebut. Meskipun melewati wilayah Lampung, Annisa memastikan bahwa benda tersebut tidak akan jatuh di Provinsi Lampung.

"Kalau untuk jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang dari jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung," ungkap Annisa.

Fenomena ini ternyata tidak hanya terlihat di Lampung. Beberapa daerah tetangga juga melaporkan kemunculan benda bercahaya yang sama, termasuk:

  1. Bengkulu
  2. Palembang
  3. Wilayah sekitarnya di Sumatera

Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemantauan sampah antariksa yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi luar angkasa. Sampah antariksa yang terdiri dari pecahan satelit, badan roket, dan benda-benda lain yang mengorbit Bumi dapat menimbulkan fenomena visual seperti ini ketika memasuki atmosfer.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga