Kementerian Pendidikan Tegaskan Sanksi Tegas untuk Peserta UTBK SNBT 2026 yang Gunakan Jasa Joki
Sanksi Tegas untuk Peserta UTBK SNBT 2026 yang Gunakan Jasa Joki

Kementerian Pendidikan Tegaskan Sanksi Tegas untuk Peserta UTBK SNBT 2026 yang Gunakan Jasa Joki

Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang terbukti menggunakan jasa joki dipastikan akan menghadapi sanksi tegas dari Kementerian Pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa peserta yang melakukan pelanggaran tersebut akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi.

Dampak Sanksi yang Berat bagi Pelaku

Tak hanya didiskualifikasi, pelaku juga terancam masuk daftar hitam atau blacklist seumur hidup dari seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Hal ini berarti mereka tidak akan pernah bisa mendaftar ke PTN manapun di tanah air, baik melalui jalur SNBT maupun seleksi lainnya yang dikelola oleh pemerintah.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Atip Latipulhayat saat meninjau pelaksanaan UTBK SNBT di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu, 22 April 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran dan integritas ujian, yang merupakan bagian penting dari sistem pendidikan tinggi di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Menjaga Integritas Ujian Nasional

Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga keadilan dan transparansi dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi. Dengan meningkatnya kasus kecurangan seperti penggunaan jasa joki, langkah tegas ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi calon peserta lainnya.

UTBK SNBT sendiri merupakan salah satu jalur utama untuk masuk ke perguruan tinggi negeri di Indonesia, yang melibatkan ribuan peserta setiap tahunnya. Oleh karena itu, menjaga integritas ujian ini sangat krusial untuk memastikan bahwa hanya peserta yang benar-benar kompeten yang dapat lolos seleksi.

Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberantas praktik kecurangan ini, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan berkeadilan bagi semua calon mahasiswa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga