Farih Muhammad, mahasiswa Global Class Computer Science BINUS University angkatan 2026, berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun sekaligus membangun portofolio internasional di lima negara. Prestasi ini diraih berkat persiapan matang sejak tahun pertama kuliah.
Fondasi Akademik dan Organisasi
Sejak awal, Farih membangun fondasi akademik, organisasi, dan pengalaman global. Ketertarikannya pada ilmu komputer membentuk cara pandangnya dalam menyelesaikan masalah. Menurutnya, ilmu komputer memberikan kebebasan berpikir dan mendorong pendekatan kreatif.
"What I like about Computer Science is that there is no single absolute way to solve a problem; there are always multiple creative paths to achieve the same successful result," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Menemukan Program yang Tepat
Farih mencari program studi yang tidak hanya mengajarkan coding, tetapi juga membuka akses pengalaman internasional dan koneksi industri. Ia menemukan Computer Science Global Class di BINUS Alam Sutera yang sesuai dengan kebutuhannya.
"That was how I discovered the Computer Science Global Class at BINUS Alam Sutera, and it perfectly matched what I was looking for at the time," kata Farih.
Tantangan Disiplin Diri
Tantangan terberat bagi Farih bukanlah tugas kuliah atau tekanan riset, melainkan menjaga disiplin tanpa pengawasan eksternal. Ia menekankan pentingnya konsistensi meski tanpa tenggat waktu.
"Honestly, the hardest part was showing up every day when there was no deadline, no pressure — just you and the decision to keep going. Opportunities don't wait for you to be ready. You have to already be in motion when they arrive," ungkapnya.
Portofolio Internasional
Pada tahun pertama, Farih mengikuti Apple Developer Academy: iOS Foundation Program, menjadi Freshmen Leader, dan menjadi volunteer FIFA World Cup 2022 di Qatar. Pengalaman ini menjadi bagian dari portofolio internasionalnya di lima negara.



