Prabowo dan Luhut Gelar Pertemuan Rahasia di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas perkembangan dinamika ekonomi dalam negeri serta situasi geopolitik global yang tengah bergejolak.
Simulasi Ekonomi dan Antisipasi Konflik Global
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, pada Rabu (22/4/2026), Luhut mengungkapkan bahwa simulasi terbaru dari DEN menunjukkan dalam tiga bulan ke depan, pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang terjaga. Namun, ia menekankan bahwa timnya telah menyiapkan skenario kebijakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, terutama jika konflik global berlangsung lebih lama dari perkiraan.
"Salah satu isu yang kami cermati adalah lonjakan harga energi. Bukan hanya soal harga minyak mentahnya, tapi juga 'gap' harga antara minyak mentah dan produk BBM yang membesar," ujar Luhut dalam pernyataannya. Selain itu, ia juga menyoroti gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya, seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik.
Strategi Pengendalian APBN dan Stimulus Non-Fiskal
Meskipun menghadapi tantangan, Luhut menyatakan bahwa berbagai simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan APBN masih dapat dikendalikan. Defisit APBN akan dijaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja yang ketat, dibantu dengan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit.
"Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus non-fiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak," tutur Luhut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi solid untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Momentum Transformasi Digital dan Pusat Keuangan Indonesia
Luhut melihat adanya momentum yang perlu diambil di tengah situasi sulit ini, yakni percepatan dalam transformasi digital (GovTech) dan pembangunan Indonesia Financial Center. "Melakukan percepatan dalam transformasi digital, serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, mengingat kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global. Dengan langkah terukur dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas, tetapi juga mengambil kesempatan untuk melakukan lompatan kemajuan," sambungnya.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang intens, dengan Luhut turut mengunggah foto saat ia berbincang dengan Prabowo di Istana Merdeka. Diskusi ini menandai komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi global dengan strategi yang matang dan terencana.



