Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Berduka Atas Tewasnya Nus Kei dalam Insiden Penikaman
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas kasus penikaman yang menewaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora yang akrab disapa Nus Kei. Peristiwa tragis ini terjadi di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Maluku Tenggara, dan telah mengguncang kalangan politik.
"Ya, kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara. Saudara saya, Pak Nus, dan semoga diterima di sisi Allah SWT," kata Bahlil dengan suara lirih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/4/2026). Pernyataan ini disampaikan dengan penuh emosi, menandakan kedekatan pribadi antara Bahlil dan almarhum.
Permintaan Pengusutan Tuntas dari Pimpinan Partai Golkar
Bahlil tidak hanya berhenti pada ungkapan belasungkawa. Ia secara tegas meminta Sekretaris Jenderal Golkar, M Sarmuji, untuk memberikan pendampingan penuh dalam proses hukum terkait kasus ini. "Dan DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi, dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," ungkapnya dengan nada serius.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa meskipun pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, DPP Golkar tetap memastikan bahwa kasus ini harus diusut secara menyeluruh dan diselesaikan dengan saksama. "Kita serahkan kepada aparat penegak hukum, tapi DPP Golkar telah meminta agar ini diusut secara tuntas dan bisa diselesaikan secara saksama," tambahnya, menegaskan komitmen partai terhadap keadilan.
Kronologi dan Perkembangan Terbaru Kasus Penikaman Nus Kei
Insiden penikaman yang merenggut nyawa Nus Kei terjadi pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 Waktu Indonesia Timur (WIT) di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Korban baru saja mendarat usai melakukan perjalanan udara dari Jakarta ketika peristiwa itu terjadi.
Kombes Rositah Umasugi, Kabid Humas Polda Maluku, menjelaskan bahwa korban sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT. "Sempat dirawat di RS, namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami," jelasnya, mengonfirmasi bahwa upaya penyelamatan medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa Nus Kei.
Dalam perkembangan terbaru, dua pelaku penikaman yang berinisial HR (28 tahun) dan FU (36 tahun) telah dipindahkan ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku di Kota Ambon. Pemindahan ini dilakukan dari Maluku Tenggara dengan alasan keamanan, sebagaimana diungkapkan oleh pihak kepolisian.
"Kedua pelaku penikaman tewaskan Nus Kei telah dipindahkan ke Ambon untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kombes Rositah Umasugi, menegaskan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung intensif. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap motif di balik tindak pidana yang mengejutkan ini.
Kasus ini tidak hanya menjadi sorotan di kalangan politik, tetapi juga mengundang perhatian publik luas. Bahlil Lahadalia, sebagai pimpinan partai, menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa kompromi, sambil terus mendoakan almarhum agar ditempatkan di sisi terbaik Tuhan.



