Banjir Rendam 4 Kecamatan di Tebing Tinggi, 3.539 Warga Terdampak
Banjir Rendam 4 Kecamatan di Tebing Tinggi, 3.539 Warga Terdampak

Banjir merendam empat kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (12/5). Luapan air dari Sungai Padang dan Sungai Bahilang memperparah kondisi hingga ratusan rumah warga terendam.

Empat Kecamatan Terdampak Banjir

Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan banjir melanda empat kecamatan, yakni Kecamatan Rambutan, Padang Hulu, Bajenis, dan Tebing Tinggi Kota.

Menurut Sri Wahyuni, banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah hulu, tepatnya di Kabupaten Simalungun dan Serdangbedagai, yang menyebabkan debit air di Sungai Bahilang dan Sungai Padang meningkat drastis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Ketinggian air pada pukul 01.30 WIB mencapai 2 meter, sehingga menyebabkan Sungai Padang meluap dan memicu banjir di Kota Tebing Tinggi. Pintu Bendung Bajayu kemudian mulai dibuka pada pukul 02.00 WIB. Air terus naik dan mulai menggenangi wilayah Kota Tebing Tinggi sekitar pukul 07.00 WIB,” ujarnya.

Dampak Banjir: 966 Rumah dan Fasilitas Umum Terendam

Data sementara mencatat sebanyak 966 rumah terendam banjir. Selain itu, sebanyak 1.051 kepala keluarga atau sekitar 3.539 jiwa turut terdampak. Tak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam, di antaranya sekolah dasar, puskesmas, dan musala. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan bervariasi antara 30 hingga 80 sentimeter.

Langkah Penanganan Darurat

“Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kota Tebing Tinggi bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan berbagai langkah darurat, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan, pemantauan debit air sungai, hingga pemasangan tenda pengungsian di beberapa lokasi terdampak,” jelas Sri Wahyuni.

Petugas juga mengevakuasi warga yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, BPBD Sumatera Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Hingga saat ini, kondisi banjir di sejumlah wilayah masih dalam penanganan pihak terkait. Warga diminta tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah tersebut,” ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga