Nadiem Makarim Ungkap Asal Usul Tim Bayangan di Depan Hakim
Nadiem Makarim Ungkap Asal Usul Tim Bayangan

Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, secara terbuka menjelaskan keberadaan tim bayangan atau shadow team di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026), Nadiem mengungkapkan bahwa tim tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden.

Nadiem mengakui telah merekrut anggota tim bayangan. “Izin Yang Mulia, untuk menjelaskan 90 persen dari 'Tim Shadow' itu didapatkan dari dalam kementerian. Jadi mereka pun dipilih oleh saya berdasarkan rekam jejak mereka di dalam kementerian,” ujar Nadiem di persidangan.

Asal Usul Anggota Tim Bayangan

Nadiem menjelaskan bahwa anggota tim bayangan berasal dari berbagai kementerian lain. Mereka yang terpilih dianggap sebagai orang terbaik di kementerian masing-masing. Ia juga menegaskan bahwa pengangkatan staf khusus menteri menjadi direktur jenderal di Kemendikbudristek telah disetujui oleh Presiden.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“Beberapa dari SKM itu akhirnya menjadi dirjen, seperti Pak Iwan kemarin yang menjadi saksi di sini. Di luar itu, semua dirjen saya ya datangnya dari dalam kementerian. Jadi mereka pun dipilih oleh saya dan disetujui oleh Pak Presiden berdasarkan rekam jejak mereka di dalam kementerian,” sambungnya.

Peran Ahli Teknologi dalam Tim

Selain itu, Nadiem juga mempekerjakan orang-orang dengan keahlian teknologi. Namun, mereka tidak digaji langsung oleh Kemendiktisaintek. Mereka berada di bawah anak perusahaan PT Telkom Indonesia. “Mereka itu ada di bawah salah satu anak perusahaannya PT Telkom dan ada kontrak antara kementerian dan perusahaan PT Telkom tersebut. Jadi mereka itu di situ,” jelasnya.

Nadiem membawa ahli teknologi ke dalam kementerian sebagai mandat dari presiden. Saat itu, Presiden ingin mempercepat digitalisasi pendidikan. “Di dalam dua rapat, di luar daripada pergantian daripada Ujian Nasional ke Asesmen Nasional, Bapak Presiden di dalam rapat memutuskan bahwa digitalisasi pendidikan menjadi prioritas,” tambah Nadiem.

Kemendikbudristek diperintahkan untuk membuat platform guna memperbaiki sistem pembelajaran di sekolah. Amanat ini harus dijalankan. “Pada saat itu, peran teknologi bukan berartinya beli laptop, bukan apa. Yang dimaksudkan Bapak Presiden dengan platform-platform adalah membangun aplikasi,” jelas dia.

400 Orang Tim Bayangan

Sebelumnya, saat masih menjabat Mendikbudristek, Nadiem pernah menjelaskan soal keberadaan tim bayangan. Ia mengakui bahwa 400 orang dalam tim bayangan ini merupakan aspirasi pribadinya sebagai menteri. Tujuannya adalah untuk menciptakan kerja sama yang bisa diterapkan di setiap jenjang kedinasan.

“Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa ini adalah aspirasi saya sebagai pemimpin. Harapan besar saya adalah kami bisa sharing ini ke pemda dan kementerian lain sehingga nantinya, bayangkan jika semua kementerian punya tim teknologi yang bisa bekerja sama sebagai mitra meluncurkan berbagai macam aplikasi gratis untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Nadiem pada 26 September 2022.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga