Pesan Menyentuh Istri Nadiem Makarim Jelang Sidang Tuntutan Korupsi
Pesan Istri Nadiem Makarim Jelang Sidang Tuntutan

Jakarta - Nadiem Anwar Makarim menapaki anak tangga Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Ia mengenakan batik yang dibalut rompi merah muda bertuliskan tahanan Kejaksaan Agung. Kedua tangannya diborgol. Di kiri dan kanan, penasihat hukum serta petugas kejaksaan mengawal langkah mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu menuju ruang sidang.

Suasana di pelataran pengadilan telanjur riuh sebelum ia masuk ke gedung. Tepuk tangan pecah dari sekelompok pengemudi ojek online yang berdiri berkerumun sejak pagi. Mereka meneriakkan dukungan ketika Nadiem berjalan menuju ruang persidangan. Seorang mantan menteri terdakwa korupsi disambut seperti kawan lama.

Di ruang sidang, kursi-kursi penuh. Sebagian besar diisi simpatisan, kawan-kawan lama hingga para pengemudi ojek online yang datang berombongan sejak pagi. Dari bangku belakang, Franka Franklin duduk mengenakan pakaian putih. Pandangannya beberapa kali tertuju ke meja terdakwa. Suasana berubah haru ketika hakim mengabulkan pengalihan penahanan dari rumah tahanan menjadi tahanan rumah. Air mata mengalir dari wajah Franka. Momen itu kemudian muncul dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @frankamakarim.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pesan Menyentuh Istri Nadiem Makarim

Franka menyertakan tulisan panjang yang menggambarkan empat bulan terakhir yang dijalani keluarganya dalam mendampingi Nadiem Makarim. "Senin lalu adalah hari yang berat, tetapi hari yang penuh berkat. Selama empat bulan, kami berjalan di dalam proses ini, dengan segala ketidakpastiannya," tulis Franka seperti dikutip pada Rabu (13/4/2026).

Dia menyebut Nadiem berdiri dan berbicara bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk hal-hal yang pernah diperjuangkannya. Kehadiran keluarga dan sahabat yang datang dari jauh, menurut dia, menjadi pengingat bahwa "kebenaran tidak berjalan sendirian". Di bagian akhir unggahan itu, Franka mengungkap rasa syukur atas izin pengalihan penahanan Nadiem menjadi tahanan rumah yang dikabulkan majelis hakim. "Perjuangan belum selesai. Hari ini kami akan ada di sisinya, seperti yang selalu kami janjikan," tulisnya.

Hari ini, Nadiem menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dalam sidang sebelumnya, Nadiem sempat menunjukkan alat detektor yang menempel di kakinya selama 24 jam sebagai bagian dari tahanan rumah. Ia juga mengungkapkan bahwa ia harus menjalani operasi di malam hari setelah menghadiri sidang.

Kehadiran para pengemudi ojek online yang memberikan dukungan menjadi sorotan tersendiri. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk memberikan semangat kepada Nadiem, yang dikenal sebagai pendiri Gojek. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa meskipun menghadapi kasus hukum, Nadiem masih memiliki banyak simpatisan.

Sidang tuntutan ini merupakan kelanjutan dari proses hukum yang telah berjalan selama empat bulan terakhir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya menyatakan bahwa kasus pengadaan Chromebook bukanlah kejahatan biasa, melainkan pembangkangan terhadap konstitusi. Nadiem didakwa melakukan korupsi dalam pengadaan perangkat Chromebook yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga