Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026 Berkat Inovasi Atasi Stunting
Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima penghargaan National Governance Award 2026 atas progresivitasnya dalam penanganan stunting atau tengkes. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, pada ajang National Governance Award 2026: Sinergi Nusantara untuk Indonesia di The Ritz-Carlton Hotel.

Penghargaan untuk Kerja Bersama

Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pengakuan atas kerja sama yang solid dalam memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus berinovasi dalam penanganan penyakit yang menjadi prioritas. "Maka, kolaborasi dengan 369 rumah sakit untuk bersama-sama mengintegrasikan dengan puskesmas, laboratorium, kemudian dengan stakeholder yang lain semua hingga di tingkat desa perlu dilakukan," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (25/4/2026).

Penurunan Prevalensi Stunting

Pada tahun 2024, prevalensi stunting di Jawa Tengah berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia tercatat sebesar 17,1 persen. Angka ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 20,7 persen. Bahkan, prevalensi stunting di Jawa Tengah berada di bawah angka nasional yang sebesar 19,8 persen. Hal ini menunjukkan keberhasilan berbagai program yang telah dijalankan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Konkret Pemprov Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting, antara lain melalui skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta pemantauan pertumbuhan balita. Selain itu, program dokter spesialis keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Fastrack Rumah Sakit, pembiayaan kesehatan, dan dukungan lintas sektor juga turut berkontribusi.

Dampak Program Speling

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan bahwa program Speling berdampak signifikan terhadap peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan. "Prevalensi stunting cukup menurun. Kalau kita lihat di e-PPGBM, ada 1,9 juta balita yang ditimbang pada saat ini," jelasnya. Ia menambahkan bahwa Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin mendorong kolaborasi seluruh fasilitas kesehatan di Jawa Tengah, baik milik pemerintah maupun swasta, untuk ikut memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Semua terlayani dengan baik, cek kesehatan gratis, Speling, dan pada akhirnya berdampak pada mutu pelayanan dan akses layanan kesehatan di Jawa Tengah," ujarnya.

Program Speling menjadi salah satu inovasi yang disorot karena mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, terutama warga desa yang terkendala jarak, biaya, dan akses ke fasilitas kesehatan rujukan. Program ini mengintegrasikan skrining, pelayanan spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem. Berdasarkan data per 21 April 2026, Speling telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan total sasaran 97.506 orang.

Capaian Cek Kesehatan Gratis

Program Speling turut memperkuat pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, capaian CKG di Jawa Tengah mencapai 14.297.407 orang atau 37,73 persen, melampaui target 36 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Hingga April 2026, capaian CKG telah mencapai 6.072.281 orang atau 15,79 persen dari target tahunan 54 persen, dan kembali menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Pentingnya Kinerja Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Tito menilai bahwa kinerja daerah berperan penting dalam menentukan capaian pembangunan nasional. "Kinerja nasional adalah gabungan dari kinerja di tingkat pusat dan seluruh pemerintahan daerah. Satu saja daerah yang kinerjanya anjlok, bisa memengaruhi kinerja nasional," katanya.

Penghargaan untuk Daerah Lain

Selain Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dua daerah di Jawa Tengah juga menerima penghargaan dalam ajang yang sama. Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Transformasi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi, sedangkan Kabupaten Sragen meraih penghargaan Kepemimpinan Strategis dalam Pertumbuhan Inklusif dan Tata Kelola/Pemerintahan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Ajang National Governance Award 2026 memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah pada enam sektor strategis, yaitu Economic Growth, Health Ecosystem, Education, Infrastructure, Good Governance, dan Strategic Leadership. Seluruh penerima penghargaan telah melalui proses kurasi dan penelaahan berbasis data yang diperkaya masukan dewan juri.