Plh Camat Tapteng Dicopot Usai Dimarahi Bobby Nasution: 'Jangan Sok Paling Kerja'
Jakarta - Yan Munzir Hutagalung resmi dicopot dari jabatannya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Camat Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Pencopotan ini terjadi setelah insiden di mana Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan teguran keras kepadanya saat meninjau pembangunan tanggul dan sabo dam di sungai yang terdampak banjir bandang akhir tahun lalu.
Kronologi Pencopotan Jabatan
Dari informasi yang diperoleh, Yan Munzir Hutagalung dicopot pada Rabu, 15 April 2026. Ia kemudian dikembalikan ke tugas lamanya di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tapteng. Dalam pernyataannya, Yan Munzir menyebut bahwa pencopotan ini merupakan hal yang biasa, mengingat statusnya hanya sebagai Plh.
"Saya penugasan Plh di Kecamatan Tukka dan kapan saja dapat dikembalikan ke OPD Induk yang lama yaitu Analisis Sumber Daya Manusia di BKPSDM, jadi ini perihal yang biasa," kata Yan Munzir Hutagalung, seperti dilansir dari detikSumut pada Jumat, 17 April 2026.
Yan Munzir telah menjabat sebagai Plh Camat Tukka selama kurang lebih 4 bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa posisi pelaksana harian memang rentan terhadap perubahan seperti ini, sehingga tidak menganggapnya sebagai kejadian luar biasa.
Insiden Teguran Bobby Nasution
Sebelumnya, viral sebuah video yang diunggah di akun Instagram Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Selasa, 14 April 2026. Dalam video tersebut, Gubernur Bobby Nasution terlihat marah-marah kepada Yan Munzir Hutagalung saat meninjau proyek tanggul sungai di Kecamatan Tukka. Insiden ini terjadi di lokasi sungai yang meluap akibat banjir besar pada November 2025.
Dalam potongan video, Yan Munzir sempat membela diri dengan mengatakan, "Ini udah jalan, saya kan nggak dapat perintah dari sini, Pak." Namun, Bobby Nasution langsung membalas dengan nada tinggi, mengecam kinerja yang dianggap lambat.
"Dari awal masyarakat ke sini berapa orang, warga kau nanti yang teriak, bukan teriak ke kau aja. Orang perjuangin kalian sampai puluhan miliar, puluhan triliun, kau ngurus aja ini aja nggak bisa, orang perjuangin kau lho," ujar Bobby Nasution.
Ia kemudian menambahkan, "Kau daerah paling lambat lho, di-mention berkali-kali, bantuan ada nggak dapat, di Tapsel sana kau lihat, jangan sok paling kerja." Teguran ini menjadi sorotan publik dan diduga menjadi pemicu utama pencopotan Yan Munzir dari jabatannya.
Dampak dan Respons
Pencopotan Plh Camat Tukka ini menyoroti isu kinerja pemerintah daerah dalam menangani bencana dan proyek infrastruktur pascabanjir. Bobby Nasution, sebagai gubernur, telah berulang kali menekankan pentingnya percepatan pembangunan untuk memulihkan daerah terdampak.
Insiden ini juga mengingatkan pada pentingnya akuntabilitas dan responsivitas pejabat dalam melayani masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Tapanuli Tengah. Sementara Yan Munzir menganggap pencopotannya sebagai hal rutin, publik melihatnya sebagai konsekuensi dari evaluasi kinerja yang ketat.
Dengan kembalinya Yan Munzir ke BKPSDM, diharapkan adanya perbaikan dalam koordinasi dan implementasi proyek-proyek vital di Tapteng untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.



