Prabowo Minta Pejabat Daerah ke Luar Negeri Dicek saat Peresmian Kopdes
Prabowo Minta Pejabat Daerah ke Luar Negeri Dicek saat Resmikan Kopdes

Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melakukan pengecekan terhadap para pejabat dan kepala daerah yang tidak menghadiri acara peresmian Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Acara tersebut berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo Absen Pejabat saat Peresmian Kopdes

Dalam sambutannya, Prabowo menyapa sejumlah pejabat negara dan kepala daerah yang hadir. Ia memulai dengan menyebut Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPRD RI Sultan Bachtiar Nazamudin, dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi. Prabowo juga menyapa Menko Pangan Zulkifli Hasan beserta timnya, serta para menteri, Panglima TNI, Kapolri, kepala badan, wakil menteri, dan seluruh anggota Kabinet Merah Putih yang hadir.

"Hampir semua menteri hadir, terkecuali yang izin khusus karena ada kegiatan lain," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prabowo kemudian menyebut satu per satu Menko selain Menko Pangan Zulkifli Hasan, yaitu Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Ihza Mahendra, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Pratikno, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Ia juga menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan jajaran Forkopimda Jatim.

Daftar Tamu Undangan Panjang

Selanjutnya, Prabowo menyapa para bupati dan wakil bupati yang hadir, pimpinan BUMN, Ketua Umum KADIN, pimpinan perusahaan swasta, serta kepala desa dan lurah. "Ini daftar pejabat yang hadir panjang sekali. Jumlahnya cukup banyak, 67 nama," katanya.

Karena daftar tamu yang panjang, Prabowo tidak menyebutkan nama-nama menteri satu per satu. Namun, ia tetap menyebutkan tamu dari DPR secara detail. "Tanpa mengurangi rasa hormat, menteri-menteri tidak usah saya sebut, kalian sudah hafal ya, kepala badan. Kalau anggota DPR RI saya tidak berani (tidak sebutkan)," katanya sambil melanjutkan membaca daftar tamu.

Ia kemudian menyapa Wakil Ketua Komisi IV DPR Abdul Haris dan Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Komisi VI Eko Hendro Purnomo, Anggota Komisi VII DPR Muhammad Hatta, Anggota Komisi VIII Sigit Purnomo Syamsuddin Said, serta Anggota Komisi X Verrel Bramastya. "Kamu warga negara Indonesia? Keturunan mana? Bali? Ada orang Bali seperti kamu," seloroh Prabowo.

Pengecekan Pejabat Tidak Hadir

Prabowo kemudian mengabsen para bupati di Jawa Timur, antara lain Bupati Pamekasan, Bupati Banyuwangi, Bupati Bondowoso, Bupati Jember, Bupati Gresik, Bupati Malang, Bupati Nganjuk, Bupati Pacitan, Plt Bupati Ponorogo, Bupati Probolinggo, Bupati Sidoarjo, Bupati Trenggalek, Plt Bupati Tulungagung, Bupati Madiun, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Mojokerto, Wali Kota Kediri, Wali Kota Malang, Plt Wali Kota Batu, Wali Kota Blitar, Plt Wali Kota Madiun, Wakil Bupati Magetan, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Bupati Sampang, Wakil Bupati Lumajang, Wakil Wali Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekda Kabupaten Bangkalan, dan Sekda Kabupaten Ngawi.

"Baik saudara-saudara, dicatat tadi yang tidak hadir itu ya," katanya disambut tawa hadirin. "Tetapi kita berpikir positif, pasti ada kegiatan yang lebih penting dari kegiatan kita atau berada di luar negeri. Kalau di luar negeri, dicek juga itu biayanya dari mana?" tegasnya.

Prabowo kemudian menanyakan izin kepala daerah yang tidak hadir. Ia meminta Mendagri Tito Karnavian untuk mengecek izin pejabat yang tidak hadir. "Ada izin tidak? Sekarang pejabat kalau ke luar negeri harus izin presiden juga tidak ya? Harus izin ya? Izin Mendagri? Coba dicek ya," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga