Sampah Pasar Kramat Jati Masih Menumpuk, Pramono Targetkan Bersih dalam 7-8 Hari
Sampah Pasar Kramat Jati Masih Menumpuk, Target Bersih 7-8 Hari

Sampah Masih Menumpuk di Pasar Kramat Jati, Pramono Targetkan Bersih dalam 7-8 Hari

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa timbunan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, masih menumpuk pasca-Lebaran. Dia menargetkan penanganan tumpukan sampah ini akan selesai dalam waktu sekitar satu pekan atau 7-8 hari ke depan.

Penyebab Utama Penumpukan Sampah

Pramono menjelaskan bahwa penumpukan sampah di Pasar Kramat Jati terjadi sebagai imbas dari longsor yang melanda salah satu zona di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. "Sekarang ini sedang ditangani, memang akibat dampak dari zona 4A di Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai dengan hari ini," ujarnya dalam keterangan di Balai Kota Jakarta.

Insiden longsor tersebut menyebabkan pengiriman sampah ke TPST Bantargebang sempat dihentikan sementara, sehingga memicu penumpukan di berbagai lokasi, termasuk Pasar Induk Kramat Jati. Pramono menekankan bahwa persoalan ini harus menjadi prioritas utama untuk segera ditangani.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Penanganan oleh Pemprov DKI Jakarta

Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menambahkan 20 unit truk pengangkut sampah yang difokuskan pada wilayah Pasar Kramat Jati. "Yang di Kramat Jati kemarin secara khusus kami tambah 20 truk baru untuk mengurangi itu," kata Pramono. Penambahan armada ini bertujuan untuk mengurai tumpukan sampah yang telah mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sekitar pasar.

Meskipun penanganan sampah di Jakarta belum sepenuhnya tuntas, Pramono menyebutkan bahwa volume sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mulai menunjukkan penurunan. Namun, dia mengakui masih ada beberapa lokasi lain yang mengalami penumpukan serupa.

Kekhawatiran Warga dan Target Penyelesaian

Sebelumnya, sebagian warga di sekitar TPS Pasar Induk Kramat Jati mengungkapkan kekhawatiran akan potensi banjir akibat robohnya tembok pembatas di lokasi tersebut. Hal ini menambah urgensi untuk segera menyelesaikan masalah penumpukan sampah.

Dalam pernyataannya, Pramono juga meminta Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Hilmawan, untuk memprioritaskan penanganan sampah di Pasar Kramat Jati. "Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan," tegasnya. Dengan upaya tambahan dan target waktu yang jelas, diharapkan kondisi pasar dapat kembali normal dalam kurun 7-8 hari ke depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga