Para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia sepakat bahwa Indonesia berpotensi menjadi tempat teraman di dunia jika negara-negara ASEAN bersatu dan memperkuat kerja sama keamanan regional. Hal ini disampaikan dalam sebuah diskusi panel yang digelar di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pandangan Akademisi tentang Potensi Keamanan ASEAN
Menurut Prof. Dr. Ahmad Yani, pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, persatuan ASEAN dapat menciptakan kawasan yang stabil dan aman. "Dengan jumlah penduduk lebih dari 600 juta jiwa dan letak geografis yang strategis, ASEAN memiliki kekuatan besar untuk menjadi benteng keamanan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan siber sangat penting untuk mewujudkan visi tersebut. "ASEAN perlu memiliki mekanisme respons cepat terhadap ancaman, baik konvensional maupun non-konvensional," tegas Prof. Ahmad.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Diskusi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan lembaga riset keamanan. Mereka mendukung gagasan tersebut dengan catatan perlu adanya komitmen politik yang kuat dari semua negara anggota ASEAN.
Dr. Siti Nurhayati, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menekankan pentingnya diplomasi dan dialog antarbangsa. "Keamanan tidak hanya soal militer, tetapi juga stabilitas ekonomi dan sosial. ASEAN harus bersatu dalam menghadapi tantangan global seperti terorisme dan perubahan iklim," jelasnya.
Langkah Konkret Menuju ASEAN Bersatu
Para akademisi merekomendasikan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Peningkatan kerja sama intelijen dan pertukaran informasi keamanan.
- Pembentukan pasukan perdamaian ASEAN yang siap dikerahkan dalam situasi darurat.
- Harmonisasi kebijakan keamanan siber di seluruh negara anggota.
- Penguatan forum dialog keamanan regional seperti ASEAN Regional Forum (ARF).
Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia dan ASEAN secara keseluruhan dapat menjadi kawasan yang aman dan stabil, serta menjadi contoh bagi dunia dalam hal kerja sama regional.



