SBY Ungkap Inisiatif Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Lebanon
SBY Ungkap Inisiatif Pengiriman Pasukan ke Lebanon

SBY Ungkap Cerita di Balik Kontribusi Besar Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon

Di tengah duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Lebanon, Indonesia tercatat sebagai penyumbang pasukan terbesar dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) per 30 Maret 2026, Indonesia menempatkan 755 personel dalam operasi tersebut, mengungguli Italia yang mengirimkan 754 prajurit.

Komposisi Global dan Peran Diplomasi Indonesia

Secara keseluruhan, UNIFIL diisi oleh 7.505 personel dari 47 negara berbeda, menjadikan misi di Lebanon selatan sebagai salah satu operasi penjaga perdamaian paling kompleks yang dijalankan PBB. Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengungkapkan bahwa peran besar Indonesia berawal dari inisiatif pemerintahannya saat menjabat.

"Ketika menjadi presiden Indonesia dulu, saya berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalyon plus Indonesia sebagai bagian dari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB di Libanon. Ini ada sejarahnya," kata SBY melalui akun X pribadinya pada Senin, 6 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menjelaskan bahwa latar belakang pengiriman pasukan tidak terlepas dari konflik Agustus 2006 antara Israel dan Lebanon, yang menimbulkan banyak korban, terutama dari pihak Lebanon. SBY juga mendorong langkah diplomasi melalui kerja sama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Pertemuan Darurat OKI dan Persiapan Alutsista

"Ketika PM Malaysia Abdullah Badawi (Alm) berkunjung ke Jakarta, saya mengusulkan agar beliau, dalam kapasitasnya sebagai Chair of OIC (Organisasi Kerjasama Islam) untuk menggelar 'emergency meeting' guna mendesak PBB untuk segera bertindak," jelas SBY. Pertemuan darurat tersebut kemudian digelar di Kuala Lumpur dan dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Perdana Menteri Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Lebanon Fouad Siniora.

Dalam forum tersebut, Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirim pasukan perdamaian guna mengawasi pelaksanaan gencatan senjata. SBY juga mengungkap upaya percepatan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) saat itu, termasuk pembelian kendaraan tempur dari Perancis.

"Saya masih ingat, karena dipersyaratkan penggunaan kendaraan tempur mekanis dan Anoa kita belum siap, segera saya menelepon Presiden Perancis Jacques Chirac, dengan tujuan Indonesia ingin membeli kendaraan tempur VAB buatan Perancis untuk segera bisa dikirim ke Libanon," imbuhnya.

Kontribusi Indonesia dan Gugurnya Prajurit

SBY menyebut bahwa kontingen pertama Indonesia, Garuda XXIII/A, diberangkatkan pada November 2006. Hingga 2026, Indonesia telah mengirimkan 19 kontingen dengan masa tugas rata-rata satu tahun, menjadikannya salah satu misi PBB terlama yang diemban oleh pasukan Indonesia.

Di bawah Indonesia dan Italia, kontributor utama lainnya dalam UNIFIL meliputi:

  • Spanyol dengan 658 personel
  • India dengan 642 personel
  • Ghana dengan 624 personel

Dari kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi penyumbang terbesar, disusul Malaysia dengan 515 personel, Kamboja 181 personel, dan Brunei Darussalam 21 personel. Secara global, kontribusi juga datang dari China (471 personel), Nepal (553), dan Perancis (605).

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon akibat serangan dalam konflik antara Israel dan Hizbullah adalah:

  1. Praka Farizal Rhomadhon
  2. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
  3. Sertu Muhammad Nur Ichwan

Selain itu, lima prajurit lainnya mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.

SBY menyampaikan pesan kepada prajurit yang masih bertugas di Lebanon: "Sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, saya sampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Libanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia. Do your best dan jaga diri baik-baik."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga