Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon, Ribuan Warga Sipil Tewas dan Terluka
Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan Ribuan Warga Sipil

Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Lebanon, Ribuan Warga Sipil Jadi Korban

Jakarta - Israel telah melancarkan rentetan serangan militer ke Lebanon yang mengakibatkan ribuan warga sipil menjadi korban. Data resmi dari Kementerian Kesehatan Lebanon, yang dirilis pada Senin (13/4/2026) dan dilansir oleh Al Jazeera, menunjukkan bahwa sebanyak 2.089 orang tewas akibat serangan Israel sejak tanggal 2 Maret 2026.

Korban Luka-luka Mencapai Lebih dari Enam Ribu Orang

Otoritas kesehatan Lebanon menyatakan bahwa selain korban tewas, lebih dari enam ribu orang mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. "Setidaknya 6.762 orang lainnya terluka," tambah pernyataan resmi dari kementerian. Angka ini mencerminkan dampak humaniter yang sangat serius dari konflik yang sedang berlangsung.

Serangan Israel Terus Berlanjut di Berbagai Titik

Menurut laporan Al Jazeera dari lapangan, Israel masih terus melancarkan serangan besar-besaran di Lebanon. Dalam satu jam terakhir sebelum pelaporan, tim Al Jazeera mencatat serangan Israel terjadi di sejumlah lokasi strategis, termasuk:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Serangan udara di kota Sahmar di Lembah Bekaa, wilayah Lebanon timur.
  • Serangan pesawat tak berawak yang menghantam kota-kota Hanawiya, Al-Shahabiya, dan Sayr al-Gharbiya di wilayah selatan Lebanon.
  • Serangan artileri oleh tentara Israel di kota Bint Jbeil, juga di Lebanon selatan.

Serangan-serangan ini menunjukkan intensitas dan cakupan geografis yang luas dari operasi militer Israel, yang telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan kehidupan warga sipil.

Dampak Konflik yang Semakin Meluas

Konflik antara Israel dan Lebanon ini telah memicu kekhawatiran internasional akan stabilitas di Timur Tengah. Dengan korban sipil yang terus bertambah, tekanan terhadap kedua belah pihak untuk menghentikan permusuhan semakin meningkat. Situasi ini juga berpotensi mempengaruhi negosiasi diplomatik yang sedang berlangsung, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Laporan dari Al Jazeera menggarisbawahi bahwa serangan Israel tidak hanya terbatas pada target militer, tetapi juga berdampak pada populasi sipil, yang menimbulkan pertanyaan tentang kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional. Masyarakat global terus memantau perkembangan ini dengan cemas, menyerukan langkah-langkah untuk melindungi warga tak bersalah dan mencari solusi damai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga