Trump Klaim AS Dapat 'Debu Nuklir' Iran Tanpa Bayar, Bantah Laporan Pertukaran Uang
Trump: AS Dapat Debu Nuklir Iran Tanpa Bayar

Trump Bantah AS Bayar untuk Debu Nuklir Iran, Klaim Dapatkan Gratis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tegas membantah bahwa kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya akan melibatkan pembayaran biaya. Dia mengklaim bahwa negaranya akan mendapatkan apa yang disebut 'debu nuklir' atau nuclear dust dari Iran tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Tanggapan atas Laporan Pertukaran $20 Miliar

Pernyataan Trump ini dilontarkan sebagai respons terhadap laporan dari media Axios, yang menyebutkan bahwa pemerintah Washington sedang mempertimbangkan sebuah pertukaran uang tunai senilai $20 miliar untuk material uranium yang telah diperkaya tersebut. Laporan itu memicu spekulasi tentang negosiasi rahasia antara AS dan Iran.

"AS akan mendapatkan semua 'Debu' Nuklir, yang dihasilkan oleh pesawat pembom B2 hebat kita - Tidak ada uang yang akan berpindah tangan dalam bentuk apa pun," tegas Trump melalui postingan di jaringan media sosial Truth Social miliknya, seperti dilansir dari AFP pada Sabtu, 18 April 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Asal Usul Debu Nuklir dari Serangan B-2

Istilah 'debu nuklir' yang dimaksud oleh Trump merujuk pada uranium yang diciptakan sebagai akibat dari serangan pesawat pembom B-2 dalam Operation Midnight Hammer pada 25 Juni 2025 lalu. Operasi militer tersebut menargetkan fasilitas nuklir Iran di Fordo dan lokasi-lokasi strategis lainnya.

Serangan itu mengakibatkan uranium yang telah diperkaya terkubur jauh di bawah tanah, menciptakan residu radioaktif yang kini menjadi bahan perdebatan. Trump menegaskan bahwa material ini adalah hasil dari operasi militer AS, sehingga tidak perlu dibayar kepada Iran.

Implikasi untuk Hubungan AS-Iran

Klaim Trump ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Tehran. Beberapa poin penting yang perlu dicatat:

  • Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah sangat dekat, meski detailnya belum diungkapkan secara resmi.
  • Iran sendiri telah mengancam akan memberikan tindakan setimpal jika AS tetap melanjutkan blokade di Selat Hormuz, menunjukkan eskalasi konflik yang potensial.
  • Laporan tentang pertukaran uang untuk uranium ini, jika terbukti benar, bisa mengindikasikan upaya diplomatik di balik layar yang kontroversial.

Dengan pernyataan terbarunya, Trump tampaknya ingin menegaskan posisi AS yang kuat dan tidak mau berkompromi dalam hal pembiayaan, sambil memanfaatkan hasil operasi militer sebagai leverage dalam negosiasi nuklir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga